DAERAHLAMPUNG TENGAH

Sekongkol Dengan Rentenir, Seorang Istri Curi Sapi Suaminya

LAMPUNG TENGAH – Akibat terlilit hutang untuk membeli alat kecantikan dan perawatan wajah, seorang istri tega mencuri sapi suaminya.

Bermula ketika Siti Asmaul Husna (26), IRT warga Kampung Srikencono, Kecamatan Bumi Nabung, Lampung Tengah, memiliki hutang semula Rp. 500 000. Namun karena lama tidak bayar hutangnya bertambah menjadi Rp.1.500 000.

Pusing selalu dikejar-kejar rentenir, tersangkapun memutar otak, bersekongkol dengan rentenir untuk mencuri sapi suaminya Suroto (28).

Hal itu dijelaskan oleh Kapolsek Rumbia, Iptu Eko Heri Susanto mewakili Kapolres Lampung Tengah (Lamteng), AKBP Oni Prasetya, Rabu (1/9/2021).

Menurut Kapolsek, ditangkapnya tersangka bermula dari laporan korban, yang menyatakan sapinya hilang.

Sedangkan sapi yang dipelihara Suroto (suami pelaku), merupakan sapi gaduhan milik Suharto warga Kampung Sumber Katon.

Dijelaskan Iptu Eko, sapi yang digaduh Suroto tersebut hilang pada
Selasa (24/8/2021), sekira pukul 19.30 WIB.

“Sapi itu hilang dari kandang ketika Suroto beserta istri dan anaknya pergi bertandang ke rumah temannya,” jelasnya.

Setelah dirumah temenanya pelaku berpamitan kepada suaminya untuk membeli sayur. Sekira Pukul 20. 00 WIB , tersangka melapor kepada suaminya bahwa sapi mereka hilang dari kandang.

“Saat itu juga korban langsung melaporkan ke Polsek Rumbia.Setelah menerima laporan, kami melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan dan olah TKP, polisi menemukan ada kejanggalan raibnya sapi tersebut.

“Ternyata yang mencuri sapi adalah istri pelapor sendiri,” tegasnya.

Tersangka diamankan dari rumahnya, Selasa (31/8) sekitar pukul 00.30 WIB.

Kepada petugas pemeriksa tersangka mengaku menjadi otak pencurian karena terlilit utang dan uangnya untuk biaya perawatan dirinya.

Modus operandi pelaku dalam menjalankan aksinya agar berjalan mulus, dengan cara mengajak suami dan anaknya main ke rumah temannya.

“Sudah direncanakan tersangka . “Tersangka beralasan pergi ke warung bukan untuk membeli sayuran. Ternyata tersangka sudah bekerja sama dengan pelaku lain inisial P (DPO), seorang pegawai koperasi atau rentenir yang tak jelas kantornya, ” terangnya

Tersangka kata kapolsek mengendarai motor Yamaha Force 1 menemui P yang sudah mengabarinya via WhatsApp bahwa rumah sudah dalam keadaan kosong. Keduanya bertemu di lapangan Kampung Sumberkaton. Lalu ke rumah mengambil sapi. Sapi dinaikkan ke mobil pikap Daihatsu Grand Max yang dikendarai dua orang.

“Sebelum sapi diambil dari dalam kandang, kabel lampu diputus menggunakan kayu,” katanya.

Dari keterangan tersangka lanjut kapolsek, ia memiliki hutang dengan P Rp500.000 dan menjadi Rp1.500.000, hutang bertambah banyak karena tidak pernah diangsur atau bayar.

“Dengan kerja sama ini, mencuri sapi milik yang digadu suaminya utang tersangka dianggap lunas. Bahkan tersanhka masih mendapat bagian Rp4.000.000. sebesar Rp3.500.000 untuk bayar utang kepada temannya dan Rp500.000 untuk beli Skincare,” paparnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP.

“Tersangka terancam hukuman 7 tahun penjara. Pelaku lain masih dalam pengejaran,” pungkasnya. (GUNAWAN)

Comment here