DAERAHWAYKANAN

PT SMTM dan Pemkab Way Kanan MoU Program Pembinaan Petani Kopi 4C

Bupati Way Kanan, Raden Adipati Surya saat penanda tanganan MoU Program Pembinaan Petani Kopi 4C bersama PT SMTM, Kamis (13/01/2022). (foto: istimewa)

WAY KANAN-PT Sari Makmur Tunggal Mandiri (SMTM) melakukan kerja sama dengan Pemkab Way Kanan, program Pembinaan Petani Kopi Dengan Prinsip Dan Kriteria 4C (Common Code Coffe Community).

“Hal itu dilakukan guna meningkatkan kapasitas dan pengetahuan kepada 1.469 petani kopi tentang praktik budidaya kopi berkelanjutan dan praktik manajemen penanganan pasca panen yang baik serta meningkatkan produktivitas kopi berkelanjutan di Kabupaten Way Kanan,” kata General Manager PT SMTM, Handri Kurniawan usai penanda tanganan MoU dengan Pemkab Way Kanan, Kamis (13/01/2022).

Di sisi lain, Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya mengatakan, sektor pertanian merupakan salah satu prioritas utama pembangunan di Kabupaten Way Kanan. Karena, mempunyai peranan strategis dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Sektor perkebunan menjadi andalan dalam pelaksanaan pembangunan pertanian di kabupaten yang berjuluk Bumi Ramik Ragom ini dengan potensi luas lahan perkebunan 96.406 Ha.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat manajemen petani dan kelompok tani yang akan dilibatkan dalam program menuju pada produksi kopi yang berkelanjutan, dan memenuhi prinsip dan kriteria sertifikasi kopi berkelanjutan,” kata Bupati Adipati.

Lebih lanjut, Orang Nomor 1 Way Kanan ini mengatakan, dalam periode 2016-2018 pangsa ekspor pertanian mengalami penurunan. Namun, di era pandemi, pangsa ekspor mengalami peningkatan. Subsektor perkebunan masih merupakan andalan utama ekspor. Selain itu subsektor perkebunan memegang peranan penting dalam peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB).

“Subsektor perkebunan di Kabupaten Way Kanan memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian daerah. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi subsektor perkebunan terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Way Kanan pada sektor pertanian yang memiliki kontribusi terbesar yaitu sebesar 36,37%,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Way Kanan, Arifin mengatakan, rendahnya kemampuan petani kopi dalam penerapan teknologi usaha tani menjadi salah satu penyebab rendahnya produktivitas. Imbas dari hal tersebut, sangat berdampak pada pendapatan yang diterima petani relatif rendah dan berfluktuatif.

“Pada umumnya budidaya tanaman kopi dilakukan secara tradisional, sehingga produktivitas yang dicapai masih jauh dari potensi yang seharusnya dapat dicapai sekitar 50% dari potensi maksimal. Tentunya ini akan meningkatkan 1.469 petani kopi mandiri yang berada di Kecamatan Rebang Tangkas,” kata dia.

Lebih lanjut Arifin mengatakan, pada saat ini telah terjadi pergeseran permintaan dari konsumen kopi terhadap mutu dan cita rasa kopi yang lebih baik.

“Dengan adanya jaminan mutu yang pasti, ketersediaan dalam jumlah yang cukup dan pasokan yang tepat waktu serta berkelanjutan, juga merupakan beberapa syarat yang dibutuhkan agar biji kopi dari Kabupaten Way Kanan dapat dipasarkan pada tingkat harga yang lebih menguntungkan,” pungkasnya. (Moes/Dadang)

Comment here