Wabup Way Kanan Minta Dinkes Tutup Klinik Kesehatan tak Berizin

Wakil Bupati Way Kanan, Ali Rahman. (foto: istimewa)
Wakil Bupati Way Kanan, Ali Rahman. (foto: istimewa)

WAY KANAN-Bupati (Wabup) Kabupaten Way Kanan, Ali Rahman menginstruksikan dinas kesehatan (Dinkes), agar menutup klinik-klinik kesehatan yang tak berizin.

Sikap tegas Wabup Ali Rahman tersebut, setelah mendengar penyampaian pandangan umum F-Partai Gerindra, dalam rapat paripurna Pengesahan Raperda Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Penyampaian 3 Raperda Prakarsa Pemkab Way Kanan dan Penyampaian 2 Raperda Inisiatif DPRD Way Kanan, Rabu (26/01/2022).

“Tidak ada jaminan, bagi klinik atau rumah sakit sekalipun yang tidak berizin, akan memiliki praktik kesehatan yang baik bagi masyarakat. Kami akan segera, mengecek turun kelapangan dan mendata seluruh klinik-klinik kesehatan untuk memastikan apakah ada izinnya atau tidak,” ujar Ali Rahman.

Ia juga menyatakan, apabila ditemukan klinik kesehatan yang tidak memiliki izin praktek akan diberikan tindakan tegas berupa penyegelan.

Sebelumnya, dalam rapat paripurna anggota DPRD Way Kanan dari F-Partai Gerindra, Azis Muslim menyoroti banyaknya klinik-klinik kesehatan di Kabupaten Way Kanan yang dinilai tak memiliki izin.

“Mengenai analisis, mengenai dampak lingkungan sesuai dengan PP No: 27/2012, tentang Izin Lingkungan. Keberadaan klinik-klinik kesehatan se-Kabupaten Way Kanan perlu dipertanyakan,” kata Azis saat menyampaikan pandangan umum fraksi dalam rapat paripurna.

Pada dasarnya, lanjut Aziz, keberadaan klinik-klinik di tiap kecamatan itu, agar seluruh masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

“Saya melihat klinik-klinik ini, juga tidak ada aturan pasti mengenai pengenaan tarif biaya berobat. Seyogyanya itu, harus ada list (daftar tarif). Karena, sampai hari ini, saya melihat main ketok palu saja soal pengenaan tarif. Jangan para dokter, ataupun para bidan berniat memperkaya diri,” ujar dia.

Ia meminta keseriusan Pemkab Way Kanan, terkait penanganan permasalahan ini. Karena, menurutnya kesehatan merupakan bagian dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Selain itu, ekonomi masyarakat saat ini sedang susah ditengah pandemi Covid-19. (Moes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *