
TULANGBAWANG BARAT-Ratusan juta anggaran yang diterima Puskesmas Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) diduga bermasalah. Salah satunya, penggunaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).
Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Panaragan Jaya, Febri menyatakan, tidak dapat menjelaskan secara rinci anggaran yang dikelola, dan telah di realisasikan Puskesmas Panaragan Jaya.
“Kalau penggunaan BOK, untuk kegiatan kelas ibu, penyuluhan, promosi kesehatan dan Posyandu. Tapi, untuk lebih jelasnya, silakan ditanyakan langsung dengan Kepala Puskesmas,” ujar Febri, Selasa (14/06/2022).
Dia juga mengatakan, jumlah pegawai TKS mencapai 108 orang. Dan, tahun 2020 sebanyak 85 orang.
Sedangkan, Meri salah satu staf TU Puskesmas Panaragan Jaya mengatakan, kegiatan yang digulirkan tahun 2020 tidak berjalan efektif. Karena, saat itu masih pandemi Covid-19.
“Tahun 2020, kegiatan yang berjalan hanya Posyandu. Dan, dilakukan secara door to door,” jelas Meri.
Diketahui, berdasarkan data yang diterima wartawan mediarakata.com,
pengelolaan BOK tahun 2020 dengan pagu DPA sebesar Rp452 juta, diduga telah terealisasi sebesar Rp409 juta.
Sedangkan, untuk anggaran pengelola Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Puskesmas Panaragan Jaya terealisasi Rp1 miliar lebih. Kemudian, dalam anggaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tubaba, terdapat anggaran peralatan kesehatan Puskesmas, dan jaringannya sebesar Rp15 miliar.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Panaragan Jaya, Indah saat dikonfirmasi terkait penggunaan anggaran tahun 2020, melalui telpon seluler dan pesan WhatsApp belum memberikan penjelasan.
“Maaf bang, saya lagi dinas luar. Untuk waktu kapan bisa bertemu, saya belum bisa karena belum ada waktu,” ujar Indah melalui pesan WhatsApp. (Jim)












