Sejarah Singkat Berdirinya Desa  Tirtalaga Mesuji Lampung

(foto: dok)
(foto: dok)

MESUJI-Desa Tirtalaga Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji  merupakan Desa Transmigrasi tahun 1996 lalu dengan nama SP-9, masyarakatnya merupakan Transmigrasi dari Kabupaten Tanggamus, Pringsewu dan Kabupaten Way Kanan yang datang ke Tirtalaga dan hidup sebagai petani.

Pada tahun 1998 hasil kesepakatan perangkat desa dan tokoh masyarakat desa setempat akhirnya SP-9 diberi nama Tirtalaga yang mempunyai arti Tirta adalah Air, Laga artinya bertemu atau tempat bertemunya air. Hari jadi Kelahiran desa Tirtalaga diperingati setiap tanggal 9 Agustus.

Menelisik sejarah singkat  berdirinya Desa Tirtalaga berdasarkan penelusuran dari salah satu tokoh masyarakat  Tranmigrasi yang masuk SP-9 yaitu, salah satu warga yang dikirim oleh Majelis Ulama indonesia (MUI) pada waktu itu sebagai Dai di desa  itu  Muhammad Yusuf sekaligus tim  pembuat nama desa, menyebutkan bahwa  Tirtalalaga mempunyai arti air yang bertemu.

“Ya karena SP-9 itu ada air yang bertemu maka SP-9 kita sepakati bernama  Tirtalaga adalah air pasang surut jadi tempat bertemunya air laut dan air darat,” terang Muhammad Yusuf.

Yusuf juga mengungkap sejarah singkat Desa Tirtalaga pada tahun 1996 lalu dibangun Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) yang bernama UPT Satuan Pemukiman (SP9).

UPT SP-9 dipimpin oleh Kepala Unit Pemukiman Transmigrasi (KUPT) yaitu, Syahmin. SP-9 merupakan Unit Pemukiman Transmigrasi yang penduduknya berasal dari kawasan register yang ditutup oleh pemerintah. Kemudian, penduduknya di transmigrasikan dengan sebutan Translok (Transmigrasi Lokal) di SP-9.

“Waktu itu Ada 4 gelombang pengiriman transmigran penduduk ke UPT SP-9 yaitu, pada 21 Nopember 1996 dari Kasui  sebanyak 151 KK. Selanjutnya, tanggal 23 Nopember 1996 dari Sendang Mulyo  sebanyak 77 KK. Pada 04 Desember 1996 dari Kaca Marga  datang lagi sebanyak 149 KK. Dan 24 Desember 1996 penduduk datang lagi dari Sendang Mulyo  sebanyak 123 KK yotal 500 KK,” terang Dai M Yusuf.

Sementara itu Kepala Desa Tirtalaga Sikun mengatakan, diusianya yang ke-24 tahun ini kehidupan masyarakat semakin lebih baik, artinya ada perubahan yang luar biasa dari sektor pertanian sehingga kehidupan ekonomi masyarakat Desa Tirtalaga semakin mapan dan sejahtera. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, banyak masyarakat Trans di Tirtalaga tidak betah karena kondisi areal yang cukup sulit dan berat untuk memulai kehidupan baru.

Seiring berjalannya waktu dan Kabupaten Mesuji pecah dari Kabupaten Tulang Bawang kehidupan masyarakat semakin membaik dengan pola tanam pertanian yang semakin baik.

“Ya dulu ada sekitar 500 KK namun karena banyak yang tidak kuat akhirnya meninggalkan Tirtalaga, saat ini jumlah Kepala Keluarga (KK) yaitu sebanyak 507 dengan jumlah penduduk 1797 jiwa,” ungkapnya.

Terkait Hari jadi Desa Tirtalaga Sikun menceritakan sejak dua tahun lalu pihaknya sudah merencanakan akan merayakan ulang tahun desa dengan meriah namun karena pandemi Covid-19 tidak bisa dilaksanakan dan tahun 2022 ini, akhirnya apa yang menjadi niatnya bisa dilaksanakan.

Untuk mempererat dan menjalin persatuan  kekompakan  masyarakat agar semakin kokoh dan kuat diusianya yang ke 24 tahun Pemerintah Desa Tirtalaga menggelar berbagai rangkaian kegiatan diantaranya peringatan hari jadi desa, sekaligus Peringatan bulan Muharam, serta Perayaan menyambut HUT RI ke-77 tahun 2022.

Dikatakannya, bahwa sejak tanggal 31 Juli-4 Agustus desa Tietalaga menggelar turnamen bola voli yang digagas Karang Taruna. Pada tanggal 4 Agustus menggelar lomba rebana, penyelenggara ibu-ibu dari Muslimat NU.

“Ya 10 Agustus 2022 pagi, pemerintah desa menggelar pengajian akbar. Pada malam puncak 10 Agustus wayang kulit semalam suntuk, dengan moment HUT desa ke-24 saya mengajak seluruh masyarakat untuk bergerak bersama maju semua,” ajaknya.(Mis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *