DAERAHLAMPUNG TENGAH

LPA Lamteng Berikan Pelatihan dan Sosialisasi Perlindungan Anak ke WHDI

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Lampung Tengah, saat menggelar pelatihan dan sosialisasi perlindungan anak, di Gedung Serba Guna (GSG) RG Seputih Raman, Minggu (18/09/2022). (foto: dok)

LAMPUNG TENGAH-Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Lampung Tengah, menggelar pelatihan dan sosialisasi perlindungan anak kepada 115 pengurus dan anggota Wanita Hindu Darma Indonesia ( WHDI) Kecamatan, di Gedung Serba Guna (GSG) RG Seputih Raman, Minggu (18/09/2022).

Ketua LPA Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) Eko Yuono menyatakan, sosialisasi dan pelatihan merupakan upaya preventif dalam perlindungan anak.

Menurut Eko, edukasi sosialisasi dan pembinaan kepada pengurus dan anggota WHDI, Seputih Raman dihadiri oleh anggota DPRD Lampung, Ni Ketut Dewi Nadi, tokoh masyarakat, dan adat Kecamatan Seputih Raman.

Supriyanto, pekerja sosial dari LPA Lamteng menyatakan, pentingnya pengawasan yang lebih maksimal terhadap anak-anak. Baik dibidang pergaulan dan rutin memeriksa gadgetnya.

Karena, menurutnya, 50 persen anak yang bermasalah dengan hukum disebabkan pengawasan dari orang tua yang kurang maksimal.

“Apalagi anak-anak hari ini hidup di era digital, sedangkan terkadang banyak orang tua yang gagal teknologi (Gaptek). Juga mengakibatkan pemantauan terhadap anak menjadi kurang maksimal,” jelasnya.

Sementara, Ketua LPA Lamteng, Eko Yuono menyatakan, menyambut baik dan mengapresiasi pengurus WHDI Kecamatan Seputih Raman yang telah memiliki inisiatif mengundang LPA.

WHDI mengundang LPA untuk bersama-sama memberikan edukasi pencerahan dan sosialisasi Undang-Undang perlindungan anak kepada para pengurus dan anggotanya.

Eko menjelaskan, bahwa Lamteng saat ini suka atau tidak suka sudah masuk kabupaten yang darurat kejahatan seksual.

Hal itu, kata Eko Yuono, diperoleh berdasarkan kasus seksual yang setiap tahun jumlahnya semakin meningkat.
Baik kasus seksual yang korban, dan tersangkanya anak-anak.

“Makanya dengan kegiatan ini di harapkan kita bisa bergandengan tangan dan bersinergi dalam upaya memutus mata rantai kejahatan sexual terhadap anak di Lamteng,” ungkap Eko.

Karena, sambung ketua LPA Lamteng, kalau bukan kita siapa lagi dan kalau tidak hari ini kapan lagi.

“Sebelum korba berjatuhan mari bergandengan tangan kita mencegahnya dengan terus memperhatikan dan mengkontrol pergaulan anak. Agar tidak terjun babas ke pergaulan bebas dan salah, yang bermuara pada penyesalan,” pungkasnya. (Gunawan)

Comment here