1,5 Tahun Pemkab Lamteng Rekontruksi dan Rehabilitasi 27 Jembatan

Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad saat menyerahkan bantuan rekontruksi 11 jembatan, 4 gorong-gorong, serta rehabilitasi 1 gorong-gorong dan pemasangan 1 bronjong penahan banjir, di Nuwo Balak, Rabu (21/09/2022). (foto: Diskominfotik)
Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad saat menyerahkan bantuan rekontruksi 11 jembatan, 4 gorong-gorong, serta rehabilitasi 1 gorong-gorong dan pemasangan 1 bronjong penahan banjir, di Nuwo Balak, Rabu (21/09/2022). (foto: Diskominfotik)

LAMPUNG TENGAH-Bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemkab Lampung Tengah (Lamteng), dalam pembangunan juga perbaikan fasilitas umum.

Hal itu dijelaskan oleh Bupati Lamteng, Musa Ahmad saat menyerahkan bantuan rekontruksi 11 jembatan , 4 gorong-gorong, serta rehabilitasi 1 gorong-ggorong, dan pemasangan 1 Bronjong Penahan Banjir, di Nuwo Balak, Rabu (21/09/2022).

Bantuan untuk pemasangan bronjong di sejumlah sungai, pasca diterjang bencana banjir di Kecamatan Trimurjo, Seputih Raman, Bumi Ratu Nuban, Bandar Surabaya, Seputih Agung dan Kalirejo.

Bupati Musa Ahmad mengingatkan, seluruh aparatur kampung untuk melaksanakan pembangunan fasilitas umum tersebut, dengan baik dan mencontoh hal yang sudah dilakukan kampung yang sudah terlebih dahulu mendapatkan bantuan.

Bupati Musa menyatakan, sejauh ini Pemkab Lamteng kurun waktu 1,5 tahun sudah merekontruksi, dan nerehabilitasi 27 jembatan melalui Dinas BPBD.

“Hal tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah, dalam pembangunan juga perbaikan fasilitas Umymum,” tegasnya.

Karena itu, Bupati Musa berharap, perbaikan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Dana perbaikan dan rekontruksi tersebut, telah di transfer ke rekening masing-masing kampung untuk di pergunakan dengan baik,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala BPBD Makmuri melaporkan sejumlah kampung yang mendapatkan bantuan dari pemerintah. Yakni Kampung Sinar Sari, Sridadi, Sukosari, Balairejo, Bumirahayu, Kampung Sidodadi, Depok Rejo, Linam Benawi, Harapan Rejo, dan Rejo Asri.

Makmuri menjelaskan, adanya laporan dari aparatur kampung karena telah terjadi bencana banjir, yang mengakibatkan kerusakan langsung ditindak lanjuti oleh BPBD dan pihak terkait.

Menurutnya, sebelum memberikan bantuan pihaknya, dan dinas terkait serta Tmtim teknis telah melakukan survei terlebih dahulu.

“Layak atau tidak di rehabilitasi, dan rekontruksi. Karena, untuk rehabilitasi dan rekonstruksi menelan dana sebesar Rp3.309.190.000,” jelasnya. (Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *