DAERAHLAMPUNG BARAT

Pemkab Lambar Gelar Musyawarah Agung Bersama Empat Kerajaan dan Masyarakat Adat Marga Liwa

Pemkab Lampung Barat menggelar Himpun Adat Sai Batin Paksi (HASBP), atau musyawarah agung bersama empat Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak dan masyarakat adat Marga Liwa, Rabu (23/11/2022). (foto: ist)

LAMPUNG BARAT-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat menggelar Himpun Adat Sai Batin Paksi (HASBP), atau musyawarah agung bersama empat Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak dan masyarakat adat Marga Liwa, Rabu (23/11/2022).

Empat kerajaan ini diantaranya, Saibatin Kepaksian Pernong, Kepaksian Buay Bejalan Diway, Kepaksian Buay Belunguh, dan Kepaksian Nyerupa.

HASBP ini, merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahunnya oleh Pemkab Lampung Barat (Lambar), dengan para tokoh adat Lampung yang ditujukan untuk melestarikan budaya serta segala tati-titi dalam adat istiadat saibatin.

Kali ini, kegiatan HASBP dilaksanakan di Lamban Dinas Bupati Lambar komplek Kebun Raya Liwa (KRL) Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, dan dihadiri empat Sultan Kerajaan Paksi Pak Sekala Bekhak, serta para masyarakat adat Marga Liwa.

Keempat Sultan Kepaksian ini, diantaranya, SPBD Edward Syah Pernong yang merupakan Sultan Sekala Bekhak yang dipertuan ke-23 dalam hal ini diwakilkan oleh anak sembahan Kurniawan Widyatmoko dari Kepaksian Pernong.

Kemudian, SPBD Selayar Akbar Puspa Negara Sultan Sekala Bekhak ke-XX Sultan Jaya Kesuma ke-IV dari Kepaksian Bejalan Diway, selanjutnya SPBD Yanuar Firmansyah Sultan Junjungan Sakti dari Kepaksian Buay Belunguh, dan SPBD Salman Parsi Sultan Piekulun Jayadiningrat dari Kepaksian Nyerupa.

Bupati Lambar, Parosil Mabsus mengucapkan terima kasih kepada empat Kepaksian Sekala Bekhak, serta para masyarakat adat Marga Liwa yang sampai saat ini masih menjaga kekentalan adat istiadat yang dimiliki Kabupaten Lambar.

Dengan terjaganya adat istiadat ini, Parosil beralasan hal itu tentunya berdampak pada keharmonisan antar budaya dan antar suku yang ada di Lambar.

“Karena tidak dipungkiri, keberagaman dan keanekaragaman yang timbul hari ini berkat adanya saling menghormati, menghargai, memberi spirit serta dukungan, yang masing-masing dari kepaksian dan Marga Liwa saling mengawasi,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Parosil meminta pelestarian adat istiadat di Lambar didukung dan dibantu dengan adanya anggaran melalui APBD.

“Sebab tak ayal, dari keragaman dan kekayaan adat istiadat di Lambar dapat menjadi contoh serta menjadi icon kebanggaan yang dimiliki Lampung. Terlebih, ke depan diharapkan dapat menjadi contoh di tingkat nasional,” pungkasnya.

Diketahui kegiatan HASBP tersebut, dilaksanakan selama 2 hari yaitu, 22-23 November 2022.

Pada hari pertama, dihadiri oleh utusan Saibatin Paksi Pak Sekala Bekhak dan Marga Liwa, masing-masinh dihadiri oleh 3 orang Raja utusan dari Paksi, dan Marga yang membawa titah dari Saibatinnya masing-masing, untuk disatukan dibahas dan dihimpun dalam satu keputusan yang akan diserahkan kepada pihak eksekutif dan legislatif untuk di prioritaskan ditindak lanjuti dan direkomendasi.

Hari kedua, HASBP dihadiri oleh Para Saibatin beserta perangkat adatnya dengan agenda pembacaan hasil himpun adat dilanjutkan dengan penandatanganan, serta penyerahan hasil himpun adat kepada Bupati dan Ketua DPRD Lambar, dan yang hadir dihari kedua yakni, Saibatin Kepaksian Pernong yang diwakili oleh Anak Sembahan Widyatmoko Kurniawan, Saibatin Kepaksian Nyerupa diwakili oleh Putra Mahkota, Saibatin Paksi Buay Bejalan Diway diwakili oleh Pemapah Dalom Raja Junjungan Paksi, Saibatin Paksi Buay Belunguh diwakili oleh Raja Singandolika, Saibatin Marga Liwa dihadiri langsung oleh Harya Ramdhoni Zulizarsyah, dan didampingi oleh raja-raja dari Paksi dan Marga masing-masing.

Kegiatan itu, dihadiri oleh Bupati dan Wabup Lambar, Ketua DPRD, Asisten II Pemprov Lampung, anggota DPRD Lampung, Lesty Putri Utami, Forkopimda, Ketua TP-PKK, Ketua GOW, Ketua DWP beserta para Ketua Organisasi Wanita lainnya, Para Asisten dan Staf Ahli Bupati, para Kepala Perangkat Daerah, Para Kabag Setdakab dan Setwan, para Camat dan Tokoh Adat suku lainnya.

Musyawarah Agung para Sultan Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak kali ini, menghasilkan keputusan sebagai berikut yakni penghargaan yang setinggi tingginya kepada Pemda dan DPRD Kabupaten Lambar atas segala perhatian, dan bantuannya dalam upaya pelestarian adat Saibatin di Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak serta atas telah direalisasikannya sebagian keputusan Himpun Saibatin Paksi sebelumnya, yaitu 11 Motif celugam yang telah dikenal sampai ke penjuru nusantara menjadi salah satu motif kebanggaan bumi sekala bekhak.

Seni Budaya Tradisional “Nyambai” dan “Orkes Gambus” yang telah menjadi ikon seni budaya Lambar di Bumi Lampung, memberikan spirit baru pada Pesta Budaya Sekura, sehingga kembali menjadi sebuah seni budaya tradisional yang menarik dan menjadi sebuah sajian astral dan daya tarik wisata di Kabupaten Lambar. Bahkan, menjadi daya tarik sehingga menjadikan Festival Sekala Bekhak masuk dalam kalender event nasional selama 2 tahun, dan merupakan satu-satunya festival yang masuk kalender nasional dari Provinsi Lampung, Penghargaan yang tinggi atas perisation pemerintah daerah terhadap kesesatan masyarakat atas telah dibangunnya Puskesmas Rawat Inap dengan bangunan khas motif celugam di Kecamatan se-Lambar yang dilaksanakan secara periodik.

Komitmen yang kuat atas niat baik mengangkat dan menjunjung tinggi adat istiadat di Bumi Sekala Bekhak, telah dibangun dengan megah Lamban Budaya yang akan dinamai Lamban Pancasila, sebagai wujud dari jiwa Nasionalis yang membanggakan warisan budaya leluhur, namun kami Para Sai batin mengusulkan penamaannya menjadi “Lamban Kagungan Pancasila Sekala Brak”.

Mengharapkan agar memasukkan Sejarah Adat dan Budaya Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak pada Muatan Lokal di sekolah mulai dari jenjang SD sampai dengan SMA/sederajat dengan diawali penyusunan materinya yang dihasilkan dari narasumber dari masing-masing Paksi dan Marga.

Meminta pemberlakuan Pin Siger sebagai identitas dari masyarakat adat Saibatin, dengan penekanan pada Siger Lampung Saibatin berlekuk tujuh yang sudah memiliki ciri dan filosof agar dapat digunakan sebagai bagian dari satu identitas pada pakaian sipil harian dan pakaian sipil resmi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.

Agar Pemerintah Daerah dapat menerbitkan Peraturan Daerah, tentang
pakaian adat yang diperkenankan dipakai oleh pejabat pemerintah dalam kegiatan Pemerintah Daerah, yang selama ini sering menyalahi tata titi adat yang berlaku di Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak, dan ketentuan pemakan nya agar dapat berkoordinasi dengan Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak.

Mengharapkan penataan dengan mengganti nama-nama jalan dan nama pekon untuk memakai nama-nama yang menjadi bagian ciri dan khas Sekala Bekhak, tidak untuk dinamakan dengan dengan nama-nama umum yang bukan bagian dari Sekala Bekhak dan jika memungkinkan untuk merubah sama kabupaten menjadi Kabupaten Skala Bekhak.

Mengharapkan Pemerintah Daerah memberikan Penegasan tentang Kedudukan Silatio pada Pemerintah daerah hadir pada perhelatan yang digelar oleh Pemerintah Daerah maupun pada perhelatan lam lainnya bahwa keagungan Saibatin Pali Pak Sekala Bekhak dan Marga Liwa menjadi bagian sinergitas Kepala Daerah dengan Pemilik Hak Ulayat Adat dengan kedudukan yang setara dengan Kepera

Mengharapkan Pemerintah Daerah untuk menggalakkan kembali penggunaan bahasa Lampung dalam menjaga kelestarian bahasa daerah yang sangat kita cima, untuk dapat disahkan penggunaannya pada waktu-waktu tertentu bahkan bisa diberikan himbauan untuk digunakan pada saat Khutbah Jum’at pada waktu waktu tertentu dengan ditindaklanjuti dengan himbauan kepada para pengurus masjid dalam wilayah Kabupaten Lambar.

Mengharapkan Pemerintah Daerah memberikan ruang keterlibatan, dan pemanfaatan peran serta dari Kerajaan Adat Palos Pak Sekala Bekhak dan Marga Uwa dalam pemajuan adat dan kebudayaan di Lambar dengan pendirian Badan Khusus yang beranggotakan Tenaga Ahli Adat Budaya utusan dari Pakai Pak dan Marga Liwa.

Merekomendasikan pembubaran Lembaga Masyarakat Adat Lampung (IMAL) di Bumi Sekala Bekhak Kabupaten Lambar, mengingat Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala bekhak dan Marga Liwa masing-masing sudah memiliki Dewan Adat yang mempunyai tugas pokok dan fungsi yang sama dengan lembaga tersebut.

Dan yang terakhir yakni, agar eksekutif dan legislatif meninjau kembali hasil keputusan Himpun Adat tahun yang lalu dan memprioritaskan program yang telah diusulkan oleh Satin Pai Pak. (Hendri)

Comment here