DAERAHMESUJI

Kasus Pencabulan di Mesuji Jadi perhatian Direktorat Rehabilitasi Kemensos

MESUJI –  Kasus Pencabulan anak dibawah umur beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh AT kepala yayasan sebuah SMP Swasta di Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji menjadi perhatian khusus Direktorat Rehabilitasi Sosial Kementrian Sosial (Kemensos).

Direktur Rehabilitasi Sosial Anak, Kanya Eka Santi ketika berkunjung di Kabupaten Mesuji mengatakan, pihaknya hadir karena mendapat tugas dari Kemensos untuk menangani kasus kekerasan seksual di Kabupaten Mesuji, khususnya kasus asusila yang dilakukan oleh Kepala yayasan di Kecamatan Way Serdang.

“Kasus ini mendapat perhatian Kemensos karena memang kasusnya cukup kompleks,” jelas Direktur Rehabiltasi Sosial Kemensos RI saat mendatangi Mapolres Mesuji, Selasa(24/01/2023)

Dia mengatakan, kedatangannya ke Mesuji untuk melakukan upaya penanganan terhadap korban dengan terapi atau rehabilitasi.

Kanya mengaku bahwa pihaknya berada di Kabupaten Mesuji selama delapan hari, untuk melakukan asessment mendalam kepada kedua korban, agar mendapatkan cara yang tepat melakukan terapi atau rehabilitasi.

“Termasuk hipnoterapi dan terapi lain untuk mengubah kognisi anak dan perilaku anak.Karena salah satu anak itu sudah beberapa kali sering mengalami kekerasan seksual ini,” imbuhnya.

Ia pun menilai jika tidak segera ditangani, dampaknya sangat berat bagi korban. Bahkan untuk memberikan hasil yang maksimal bagi kesembuhan anak, pihaknya sudah memanggil orang tua korban.

“Kami sudah tarik orang tua anak yang bekerja di luar daerah untuk kembali, dan kebetulan orang tua yang satunya lagi bekerja di luar negeri juga sudah kembali,” terangnya.

Selain itu, kata Kanya upaya edukasi tentang pengasuhan anak juga dilakukan kepada kepada orang tuanya. Kanya Eka Santi mengajak Pemerintah Daerah untuk bekerjasama dalam hal pengawasan dan pencegahan dan  harus sampai ke desa – desa.

“Karena Progam Pencegahan dan pengawasan itu merupakan hal yang mendasar,”katanya.

Menurutnya, Kementerian sosial (Kemensos) mempunyai program komunitas peduli anak yang sampai ke desa-desa.

“Melindungi masa depan anak merupakan kewajiban semua pihak, baik Pemerintah Pusat, daerah dan masyarakat perlu ada kerja sama dalam menciptakan lingkungan yang aman  agar terbebas dari segala bentuk kekerasan,” tandasnya.(Mis)

Comment here