DAERAHPESAWARAN

Satreskrim Polres Pesawaran Terus Buru Pelaku Penganiayaan Oknum Wartawan

PESAWARAN – Tim Anti Bandit Tekab 308 Satreskrim Polres Pesawaran masih terus memburu terduga pelaku penganiayaan berat (Anirat) pembacokan pada oknum wartawan yang terjadi  beberapa waktu lalu. Dan selama dua pekan ini anggota terus memburu pelaku hingga ke Pulau Jawa.

Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo melalui Kasat Reskrim AKP Supriyanto Husin mengatakan, terkait perkara penganiayaan terhadap salah satu oknum wartawan, pihaknya masih memproses penyidikannya dan terus memburu terduga pelakunya.

“Saat ini sudah sampai tahap penyidikan dan Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri Pesawaran. Dari hasil gelar perkara penyidik telah menetapkan satu orang tersangka dan saat ini masih DPO,” ujar Kasat, Selasa (24/01/2023).

Dia menambahkan, saat ini jajaran Tim Tekab 308 telah memburu selama dua pekan di Pulau Jawa. Namun, terduga pelaku selalu berpindah pindah tempat hingga kemudian lolos dari buruan petugas.

“Kemarin petugas selama dua minggu memburu pelaku di Banten Pulau Jawa sana, namun yang bersangkutan selalu berpindah tempat dan berganti handphone sehingga tidak terlacak keberadaannya, namun kami optimis pelaku segera ditangkap, ” jelas dia.

Dia berharap, pelapor juga diharapkan dapat bekerjasama dengan memberikan informasi guna mempermudah penangkapan.

“Kalau pelapor tau keberadaan pelaku, bisa segera diinformasikan ke kami. Ini sangat membantu kami dalam mengungkap kasus tersebut, ” ucapnya.

Peristiwa penganiayaan terhadap oknum wartawan terjadi pada tanggal 5 Desember 2022 lalu, di Desa Mulyosari Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran melalui Laporan dengan nomor LP / B – 774 / XII / 2022 / SPKT/ Polres Pesawaran yang sudah diproses sejak masuknya laporan.

“Sejumlah saksi yang ada di TKP ataupun diluar telah dilakukan pemeriksaan  seluruhnya dan sudah melaksanakan olah TKP serta pra rekonstruksi. Tinggal kita amankan pelakunya, jadi harap sabar karena kami tetap menyidik dan memburu pelaku, ” tandasnya.

Menanggapi hal itu, salah satu Tokoh Adat yang bergelar Suttan Penatih menyebut, bahwa apa yang dilakukan kepolisian terkait ungkap kasus yang dimaksud sudah sesuai dengan ketentuan.

“Kami sangat apresiasi, kepolisian Pesawaran sangat cepat merespon setiap laporan yang masuk. Banyak kok, kasus pembunuhan aja terungkap, apalagi soal pembacokan. Soal waktu aja, tapi itu petugas terus memburu artinya kan tidak berhenti, hanya kita memang harus sabar, ” katanya.

Suttan Penatih juga mengingatkan kepada seluruh rekan media, agar tidak terjadi hal serupa, jika rekan rekan media hendak melakukan liputan di lapangan agar waspada dan tetap berpedoman pada 11 Kode Etik Jurnalistik (KEJ) sehingga terhindar dari perbuatan anarkis.

“Kejadian oknum wartawan ini dapat dijadikan contoh, untuk rekan rekan media kami ingatkan agar tetap berpedoman pada KEJ sehingga terhindar dari aksi kriminalitas atau main hakim sendiri. Wartawan itu intelektual, artinya ketika dilapangan tidak boleh bersikap seperti preman yang tidak faham hukum, ” pesan dia. (Indra)

Comment here