BANDAR LAMPUNG- Penjabat (PJ) Bupati Mesuji yang masih Menjabat Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Sulpakar warning Kepala Sekolah SMA/SMK dan SLB akan mencopot dari jabatannya jika tidak disiplin.
Hal itu dikatakannya saat menggelar Silaturahmi Akbar dan Halal Bihalal Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah/2024 Masehi dengan para kepala sekolah Tingkat SLTA SLB dan pengawas dikediamannya Jalan Pangeran Antasari, Gang Langgar 6 nomor 45, Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Minggu (21/04/2024),
“Saya sedikit mengulas soal kedisiplinan meskipun banyak kepala sekolah yang dekat hubungan emosional nya dengan saya dan istri, tapi ketika urusan disiplin kerja saya tidak kenal kompromi. Jika memang keluar dari koridor aturan maka tidak segan saya copot dari jabatannya,”ucapnya sembari tersenyum
Setelah sebelumnya menggelar acara dengan keluarga besar Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Ke Pamong Prajaan (IKAPTK) se-Provinsi Lampung yang jumlah nya mencapai 2000 lebih pada Sabtu (20/04/2024).
Kini giliran rombongan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri dan Swasta dan Pengawas sekolah se-Lampung, yang jumlahnya juga mencapai 1000 orang lebih,
Dimulai secara terjadwal dan bergantian, sejak pukul 08.30 wib. Kediaman pribadi padat dikunjungi mulai dari pegawai Disdikbud hingga Kepala Sekolah SMA/SMK se-provinsi Lampung.
“Sengaja saya kumpulkan keluarga besar Disdikbud Lampung dan Kepala Sekolah SMA/SMK ini juga masih dalam suasana lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah untuk mempererat silaturahmi dan keakraban diantara mereka,” ujar Sulpakar.
Pria yang tercatat sudah tiga kali menjabat sebagai Pj Bupati diantaranya di Kabupaten Lampung Selatan, Kota Bandar Lampung, dan kini Kabupaten Mesuji ini menambahkan, momentum silaturahmi ini sebelumnya pernah dilakukan tiga tahun silam dan baru terlaksana kembali di tahun ini lantaran pandemi Covid-19 yang melanda negeri terjadi beberapa tahun lalu.
“Sebenernya acara ini mau nya rutin saya laksanakan, tapi karena beberapa tahun kemarin kita dilanda pandemi Covid-19, jadi tidak bisa ada acara keramaian dan baru tahun ini bisa dilaksanakan kembali,” tambahnya.
Sulpakar dikenal sangat dekat dengan jajarannya mulai dari staf dinas, kepala dan pengawas sekolah. Namun bicara soal kedisiplinan pria kelahiran Bandar Dalam, Kabupaten Way Kanan, 55 tahun silam itu juga dikenal tak bisa diajak kompromi dan akan mencopot jabatan kepala sekolah jika tidak disiplin.(Mis)












