Direktur CV Wahana Tani: Rudi Pemilik Kios Tani Bahagia Tak paham Regulasi

LAMPUNG UTARA – Direktur CV. Wahana Tani, Akhmad Sarfudin, membantah pernyataan Rudi pemilik kios pupuk Tani Bahagia terkait ongkos transportasi pupuk yang diberikan distributor sebesar Rp70 per kilogram kepada pengecer setiap pengiriman pupuk untuk kios. Hal ini disampaikan saat ditemui di kantor Dinas Perdagangan, Selasa (17/06/2025).

Akhmad mengatakan, dari pihak distributor sebenarnya memiliki kewajiban mengantarkan pupuk sampai ke tempat. Namun, apabila kios memiliki kendaraan sendiri dan sudah terdaftar biaya transportasi nya akan kita berikan.

“Kita punya bajet untuk kendaraan itu apabila mereka minta muat sendiri, kalau tidak dikeluarkan kita salah. Itu bukan cashback ya,” ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa harga tebus pengecer sudah termasuk biaya angkut, dan angka tersebut tidak boleh dilampaui dengan biaya tambahan apapun.

“Misal harga tebus kios itu 100, biaya harus kita antar sampai situ, dia tetap transfer kita 100 untuk biaya transportnya. Dan apabila dia tidak mau diantar pakai kendaraan kita, ya otomatis kita tidak mengeluarkan biaya transport,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa kios Rudi baru melakukan penebusan satu kali tahun ini dan tidak memahami regulasi.

“Nah, itulah kadang-kadang tidak dicerna secara keseluruhan. Karena begini, dari kios Rudi sendiri selama ikut di kita, ada pertemuan dia sering tidak datang. Setiap kita ada pertemuan, mesti ada regulasi baru dan selalu kita sampaikan,” terangnya.

Saat ditanya tentang pengawasan distributor terhadap kios, ia menyampaikan bahwa pengawasan sudah dilakukan melalui aplikasi dan tidak mungkin dilakukan setiap hari.

“Itu ada aplikasi untuk pengawasan, mau tidak mau kami harus percaya,” ucapnya.

Ketika ditanya mengenai biaya pengambilan di gudang yang dikenakan Ampera sebesar Rp150.000 per rit, ia menyampaikan tidak mengetahui biaya tersebut.

“Itu gak tahu kita, kalau Ampera itu urusan gudang,” pungkasny.

Diberikan sebelumnya Rudi, pemilik kios pupuk subsidi Tani Bahagia, membenarkan bahwa kios pupuk miliknya menjual pupuk bersubsidi melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) saat dilakukan Inspeksi Mendadak (SIDAK) oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara.

Hal tersebut disampaikan Rudi saat Sidak Kepala Dinas Perdagangan di kios miliknya yang berada di Jalan Stasiun, lingkup Pasar Dekon Kotabumi, Jumat (13/06/2025).

Ia menjelaskan bahwa penambahan harga pupuk tersebut disebabkan oleh biaya ongkos transportasi dan bongkar pupuk yang bervariasi sesuai jarak tempuh pengiriman ke kelompok tani.

“Kalau untuk tambahan harga itu untuk ongkos kuli dan mobilnya. Seperti ke Desa Talang Bojong, biaya mobilnya Rp10.000 dengan biaya bongkar Rp5.000 per sak,” katanya.

“Tapi kalau ke Desa Kotabumi Tengah Barat, biaya tambahan mobilnya Rp15.000, sedangkan bongkarnya sebesar Rp10.000, karena jaraknya jauh, Pak,” tambahnya.

Saat ditanya siapa distributor yang menyuplai pupuk ke kios miliknya serta berapa desa yang mengambil pupuk di kios tersebut, Rudi menjawab, “Distributor-nya Wahana Tani, Pak, dan 26 kelompok tani yang mengambil pupuk di sini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rudi menyampaikan bahwa terkadang ia harus memberikan pupuk terlebih dahulu kepada anggota kelompok tani, dan pembayarannya menyusul.

“Seperti kemarin, saya baru mengirim pupuk dulu kepada ketua kelompok, tapi pembayarannya belum dilakukan oleh petani,” jelasnya.

Ia juga mengeluh terhadap distributor CV. Wahana Tani yang menjadi penyalur pupuk ke kios miliknya dikarenakan adanya biaya tambahan untuk setiap pengambilan pupuk.

“Saat pengambilan pupuk di gudang distributor kami pemilik kios juga dikenakan biaya ampera sebesar Rp.150.000 per rit,” terangnya.

Dirinya juga merasa kecewa karena selama ini ada biaya pengiriman yang seharusnya diberikan distributor kepada semua pemilik kios pupuk subsidi untuk setiap kali pengiriman.

“Saya baru tahu kalau dari distributor, kios ini dapat uang sebesar Rp70 per kilogram. Artinya, selama ini jutaan rupiah yang hilang tidak diberikan distributor,” pungkasnya.

Sementara itu distributor pupuk subsidi CV. Wahana Tani saat di hubungi media ini melalui panggilan telepon whatsatp di nomor (08136964xxx) tidak merespon meskipun sudah berulang kali.(Rendra)