MESUJI – Puskesmas Sungai Sidang Kecamatan Rawajitu utara (Rju) Kabupaten Mesuji menggelar Bakti Sosial donor darah dalam rangka menyambut gebyar Hari Ulang tahun (Hut) Kabupaten Mesuji ke 17.Baksos sendiri di laksanakan di Balai desa Sungai Buaya Kamis (02/10/2025).
Kepala Puskesmas Sungai Sidang Fitria mengatakan Bakti Sosial donor darah di Balai desa Sungai Buaya merupakan salah satu bentuk kepedulian sesama dan kegiatan Baksos ini rangkaian Menyambut Hut Kabupaten Mesuji yang ke 17 tahun.
“Kegiatan donor darah ini sengaja kita laksanakan sebagai bentuk kepedulian serta menyambut Hut Kabupaten Mesuji yang ke 17 tahun yang jatuh pada tanggal 26 Nopember nanti,” jelasnya.
Dijelaskannya Bakti Sosial donor darah yang dilakdanakan Puskesmas menyiapkan 50 kantong untuk para pendonor yang akan mendonorkan darahnya.Terlihat masyrakat Sungai buaya antusias mengikuti donor darah yang dilaksanakan.
Camat Rju Hendra Kurniawan yang membuka acara tersebut menyambut baik donor darah yang diselenggarakan Puskesmas Sungai Sidang bekerjasama dengan UPT Transfusi derah Kabupaten Mesuji.
“Saya menyambut baik donor darah yang diselenggarakan ini bahkan masyrakat meminta agar donor darah bisa rutin dilakukan minimal 3 bulan sekali,” jelasnya.
Dikatakannya bahwa sebelum acara donor darah dimulai dia mengaku sudah berbincang dengan masyrakat untuk mengetahui keinginan masyrakat tetkait pelayanan kesehatan yang ada di Kecamatan Rju.
“Ya salah satunya masyarakat minta agar donor darah ini bisa rutin dilaksanakan karena sudah ada yang 9 bulan pasca donorr ketika akan donor kembali tidak ada yang menyelenggarakan donor ,” imbuhnya.
Senada Kepala desa Sungai Buaya Muhammad Ilzam juga menyambut baik Donor darah yang dilaksanakan didesanya.Sebab Bakti sosial seperti ini harus digalakkan untuk menumbuhkan rasa krpedulian terhadap sesama.
“Donor darah seperti ini memang ditunggu oleh masyrakat sebab banyak yang ingin berdonor salah satunya untuk tetap menjaga kesehatan,” terangnya.
Bahkan untuk mengawali kegiatan donor darah didesanya Kepala desa orang pertama yang di donor.”Saya baru pertama kali ini donor dan ternyata tidak sakit awalnya saya juga takut,”pungkasnya (Mis)












