Gubernur Jateng Kagumi Sejarah Panjang Transmigrasi Desa Bagelen

PESAWARAN – Sejak tahun 70-an, di zaman Preaiden Soeharto, bahkan jauh sebelumnya, masyarakat Jawa Tengah yang ditransmigrasikan ke Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan Provinsi Lampung sukses membangun desa an menjadi satu dengan masyarakat setempat,

 

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menyambangi Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, yang dikenal sebagai salah satu desa tujuan transmigrasi di Indonesia pada masa lalu, Rabu (7/1/2026).

 

Dalam kunjungannya, Gubernur Jawa Tengah sempat berinteraksi dan bercengkrama dengan warga transmigrasi asal Jawa Tengah tersebut dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Gubernur Luthfi juga mengungkapkan kekagumannya pada sejarah panjang transmigrasi yang telah membentuk wajah sosial dan ekonomi Lampung hingga saat ini.

 

Kata dia, masyarakat transmigran asal Jawa Tengah yang datang ke Desa Bagelen sejak era 1970-an, bahkan sebelumnya, telah menyatu dan berkontribusi besar dalam pembangunan daerah termasuk di Bumi Andan Jejama.

 

 

Menurutnya, para transmigran tersebut tidak lagi memiliki keinginan untuk kembali ke daerah asal karena telah berkomitmen membangun kehidupan di Lampung. Tentunya hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah dan mencerminkan keberhasilan transmigrasi sebagai bagian dari pembangunan nasional.

 

“Inilah kebhinekaan Indonesia yang patut kita rawat. dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Masyarakat perantau mampu menyesuaikan diri dan hidup berdampingan dengan suku mana pun,” ucapnya.

 

Sambung Gubernur Luthfi, keyakinannya pada masyarakat Jawa di Lampung memiliki daya saing tinggi serta menjunjung nilai kekeluargaan dalam kehidupan sosial.

 

Saat dialog dengan masyarakat, Gubernur Luthfi memberikan alat musik tradisional gamelan untuk Desa Bagelen.

 

Diketahui, usai mengunjungi Desa Bagelen, Gubernur Luthfi melanjutkan agenda dengan meninjau Museum Nasional Transmigrasi di Gedong Tataan.

 

Di Museum Transmigrasi dia melihat langsung berbagai koleksi dan peninggalan sejarah yang merekam perjalanan program transmigrasi di Indonesia.

 

Sebagai bentuk dukungan pelestarian sejarah Transmigrasi, Gubernur Luthfi menyebut telah menginstruksikan Bank Jateng untuk memberikan sumbangan guna merawat dan menjaga nilai-nilai sejarah transmigrasi agar tetap lestari dan dikenal generasi mendatang.

 

Kunjungan kerja Gubernur Lutfhi didampingi oleh Gubernur Lampung Rahmad Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian dan Wabup Pesawaran Antonius Muhammad Ali. (Indra).