Catut Nama PWI, Oknum Diduga Minta Sumbangan ke Sekolah di Pesawaran

Pesawaran – Modus penipuan dengan mengatasnamakan pejabat, aparat penegak hukum maupun organisasi tertentu kembali mencuat di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Kali ini, seorang oknum diduga mencatut nama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk meminta sumbangan kepada pihak sekolah.

Dugaan tersebut diungkapkan salah seorang guru di sebuah madrasah yang berada di Kecamatan Kedondong. Ia mengaku dihubungi melalui aplikasi WhatsApp oleh seseorang yang mengaku berasal dari PWI Bandar Lampung.

“Saya dihubungi salah satu oknum yang mengaku dari PWI Bandar Lampung melalui WhatsApp. Dia meminta sumbangan untuk acara Maulid Nabi yang akan digelar oleh PWI Bandar Lampung. Kalau tidak salah, namanya mengaku Gunawan atau Herman,” ungkapnya kepada media ini, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, oknum tersebut menyampaikan bahwa sumbangan yang dihimpun akan digunakan untuk memberikan penghargaan atau hadiah kepada anak-anak yang berhasil memenangkan sejumlah perlombaan dalam rangka kegiatan Maulid Nabi.

“Katanya untuk memberikan penghargaan atau hadiah kepada anak-anak yang menang lomba, seperti lomba tilawah, azan dan tahfiz Al-Qur’an,” ujarnya.

Ia menambahkan, oknum tersebut berdalih mendapat amanah untuk mencari donatur guna mendukung kegiatan tersebut.

“Modusnya, dia bilang diberi amanah untuk mencari donatur,” katanya.

Terpisah, Ketua PWI Provinsi Lampung, H. Wirahadikusumah, S.P., M.M., saat dikonfirmasi menegaskan bahwa pihak yang mengatasnamakan PWI untuk meminta sumbangan kepada pejabat, kepala sekolah maupun pihak lainnya tidak dibenarkan.

Menurut Wira, PWI tidak membenarkan adanya pihak yang mengatasnamakan organisasi untuk melakukan penggalangan dana tanpa mekanisme dan kewenangan yang jelas.

“Ini ada oknum yang mengatasnamakan PWI Bandar Lampung. sudah jelas, tidak ada PWI Bandar Lampung yang ada PWI Provinsi Lampung dan PWI Kabupaten/Kota. Jadi, kalau ada yang mengatasnamakan PWI Bandar Lampung dan meminta sumbangan, harus diwaspadai,” tegasnya.

Wira mengimbau kepada seluruh satuan kerja, pejabat, kepala sekolah, donatur maupun masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap modus serupa.

“Jangan dilayani dan sebaiknya diabaikan. Kalau memang ada permintaan seperti itu, sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pengurus PWI setempat untuk memastikan kebenarannya,” imbaunya.

Ia juga meminta masyarakat yang merasa dirugikan, mendapat tekanan, atau menghadapi pihak yang mengaku sebagai pengurus PWI dan meminta sumbangan secara tidak semestinya agar segera melaporkan atau berkoordinasi dengan pihak kepolisian maupun PWI Kabupaten/Kota setempat.

“Jika oknum tersebut memaksa dan sudah meresahkan, silakan berkoordinasi dengan kepolisian dan PWI Kabupaten/Kota agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum,” terangnya.

Wira berharap masyarakat tidak memberikan uang maupun bantuan sebelum memastikan identitas dan legalitas pihak yang mengajukan permintaan.

“Kalau dibiarkan, modus seperti ini bisa semakin marak. Karena itu, perlu diantisipasi dan jika memenuhi unsur pelanggaran hukum, harus ditindak sesuai ketentuan agar tidak terulang kembali,” pungkasnya. (Indra).