
MESUJI – Menyikapi pemberitaan Bulog Tuba salurkan beras yang tak layak konsumsi, Anggota DPRD Mesuji dari Fraksi Partai Golkar, Parsuki menyerukan agar masyarakat menolak bantuan yang dinilai tidak layak tersebut.
Bahkan dia mempertanyakan kenapa Bulog Tuba yang menyalurkan seharusnya bantuan beras PPKM disuplai dari Bulog Mesuji.
” Ya seharusnya Bulog/RMP Kabupaten Mesuji itu mampu untuk mencukupi kebutuhan penyaluran bantuan untuk masyarakat,”jelas Parsuki, Minggu (22/8/2021)
Apalagi menurutnya, penyaluran bantuan beras PPKM yang didistribusikan dari Bulog Tuba bau dan berwarna kuning.
“Saya menilai sudah tidak manusiawi, beras seperti itu kok diberikan kepada masyarakat yang kesulitan pangan di tengah pandemi,” imbuhnya.
Dikatakannya pegawai Bulog juga harus manusiawi, dan memberikan beras yang layak dan berkualitas, Kalau beras yang beredar muncul kuning dan berbau, itu tidak layak konsumsi, sehingga harus diganti dengan kualitas yang bagus.
“Saya rasa, ini adalah kelalaian dan kurangnya empati Bulog terhadap masyarakat, harusnya pakai hati dalam memberikan bantuan,” ungkapnya.
Parsuki berharap agar masyarakat berani menolak bantuan yang tidak layak konsumsi, dan mengembalikan ke Bulog melalui Desa, ini evaluasi pemerintah untuk tahap berikutnya, dengan adanya kejadian ini jadi catatan biar tidak terulang kembali.
“Buat masyarakat, saya harap sebelum menerima melihat dulu kualitasnya. ketika beras itu tidak layak, masyarakat berhak untuk menolak ditempat itu juga, ” tegasnya.
Ditempat terpisah Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Mesuji Jhon Tanara,ST mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil Kepala Bulog Mesuji.
” Akan kami panggil, besok kita rapatkan dulu bersama teman komisi lainya,”tandasnya.
Diketahui,Keberadaan Gudang Badan Urusan Logistik(BULOG) Kabupaten Mesuji meski bagunan Bulog yang berdiri di atas tanah hibah seluas 4 hektare dan di resmikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu tidak dapat di manfaatkan dengan maksimal.Bahkan untuk penyaluran beras bantuan PPKM kepada masyarakat, dilakukan oleh Bulog Kabupaten Tulangbawang, hal ini diperkuat dengan tidak adanya aktifitas di kantor Bulog Mesuji di Desa Wonosari, Kecamatan Mesuji Timur, saat para wartawan menyambagi kantor tersebut sabtu 21-Agustus-2021.(Mis)












