
LAMPUNG BARAT-Terhitung dari awal Januari hingga pertengahan Februari tahun 2022, sebanyak 36 titik bencana terjadi di wilayah Kabupaten Lampung Barat (Lambar).
Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lambar, Padang Priyo Utomo, melalui Kabid Kedaruratan Mekal Novisa.
Ia mengatakan, 36 titik bencana tersebut didominasi oleh bencana tanah longsor sebanyak 13 titik, banjir 11 titik, pohon tumbang 6 titik, angin puting beliung di 2 titik, konflik gajah 2 titik, gempa bumi 1 dan penemuan mayat korban tenggelam 1.
“Bencana tersebut yang terjadi sejak januari hingga februari ini, dan alhamdulillah untuk tahap kedaruratan semuanya sudah tertangani, tinggal saat ini tahap perawatan,” ungkap Mekal, Senin (14/02/2022).
Lanjut Mekal, hal tersebut terjadi seiring memang saat ini cuaca sedang ekstrim, bahkan kata dia dari perkiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Januari dan Februari ini merupakan puncak musim penghujan tahun 2021-2022 yang terjadi sejak September tahun lalu.
“Setiap memasuki musim penghujan, daerah Lampung memang rentan terjadi bencana, khususnya tanah longsor dan banjir, untuk itu saat ini kita lebih mengoptimalkan seluruh Satgas BPBD yang ada, sehingga jika ada kejadian bencana bisa segera tertangani,” ujar Mekal.
Mekal menjelaskan, saat ini terdapat 775 Satgas BPBD yang terdiri dari 12 orang Personil Pusdalops, 15 orang Satgas TRC, 20 orang Satgas PB, 18 orang Satgas SAR, 30 orang Satgas Kecamatan dan 680 orang Satgas Pekon. Berdasarkan geografis, daerah Lampung Barat memang rawan bencana ketika memasuki musim penghujan, tapi di samping itu Lampung Barat mempunyai program yakni sebagai Kabupaten tangguh bencana.
Untuk itu, imbuhnya, kita harus lebih meningkatkan kewaspadaan, dan semua bisa dimulai dari optimalisasi Satgas di wilayah Kecamatan dan Pekon. Karena, ada saatnya titik bencana jauh dari posko kedaruratan, dan yang lebih dekat dan cepat sampai pada titik bencana adalah Satgas Kecamatan dan Satgas Pekon.
“Saya berharap di puncak musim penghujan ini mudah-mudahan tidak lagi terjadi bencana, jika mengikuti perkiraan dari BMKG sebentar lagi kita akan memasuki musim kemarau, namun untuk masyarakat khususnya Lambar agar senantiasa berhati-hati, terlebih untuk pengguna jalan agar menghindari perjalanan pada saat hujan turun,” pungkasnya. (Hendri)












