BPS Tubaba akan Lakukan Sensus Penduduk 2022

TULANGBAWANG BARAT-Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) akan melaksanakan sensus penduduk lanjutan.

Kepala BPS Kabupaten Tubaba, Sartika Yuliani mengatakan, sensus penduduk tahun 2022 merupakan tindak lanjut sensus penduduk tahun 2020. Yang seharusnya dilakukan pada tahun 2021.

“Sensus penduduk lanjutan seharusnya dilakukan pada tahun 2021, akan tetapi tertunda akibat pandemi. Mudah-mudahan Pandemi mereda dan anggaran tidak terpangkas, kita bisa melaksanakan sensus penduduk lanjutan,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan selulernya, Sabtu (19/02/2022).

Lanjutnya, sensus penduduk lanjutan berbeda dengan sensus penduduk tahun 2020, dimana penginputan data tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan memakai aplikasi. Dan pertanyaan yang diajukan ke masyarakat lebih spesifik.

“Menurut rencana, petugas nantinya akan melakukan penginputan data menggunakan aplikasi internal BPS, yaitu Integrated Collection System (ICS). Dan surveinya mengenai karakteristik penduduk, seperti agama, suku, dan jenis kelamin serta umur,” jelasnya.

Sartika menuturkan, saat ini BPS Tubaba sedang menanti Petunjuk Teknis (Juknis) dari pemerintah pusat maupun provinsi Lampung dalam pelaksanaan sensus mendatang.

“Kita sedang menunggu juknis dari BPS Pusat dan Provinsi tentang bagaimana teknis pelaksanaannya. Baik itu tentang perekrutan petugas di lapangan atau lain sebagainya. Tapi yang jelas, pada bulan Mei kita sudah mulai Updating data. Dan pelaksanaan dimulai tanggal 1 sampai 30 Juni 2022,” tuturnya.

Masih kata Sartika, pada tahun ini BPS Tubaba juga akan melakukan pemetaan sensus pertanian.

Pemetaan tersebut sebagai bentuk persiapan sensus pertanian tahun 2023. Pihaknya akan melakukan survei terhadap seluruh petani yang ada di Kabupaten Tubaba. Yang akan dimulai bulan depan.

“Sensus pertanian merupakan program wajib BPS. Dimana disetiap tahun yang berakhiran tiga, merupakan waktunya sensus pertanian. Artinya kita akan melakukan pencatatan kepada seluruh petani. Bukan hanya petani, akan tetapi semua subsektor pertanian,” pungkasnya. (Jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *