MESUJI– Musim tanam padi ke dua yaitu musim tanam gadu di Kabupaten Mesuji sudah di lakukan percepatan tanam sebagai upaya antisipasi dampak El Nino dan sudah di mulai pada bulan April sampai dengan bulan Juli 2023 dengan total luas tanam 30.088 ha.
Kepala dinas Pertanian Kabupaten Mesuji Pariman SP, mengatakan dari total luas lahan seluas 30.611 ha, sampai dengan 31 Agustus sudah di panen seluas 18.797 ha dan yang akan panen di bulan September seluas 10.379 ha.
“Produksi gabah yang dihasilkan pada musim tanam ke dua sebanyak 170.518 Ton GKP bila di konversi menjadi beras sebanyak 107.420 ton beras,” jelas Pariman senin (12/09/2023).
Dari hasil panen tersebut Pihaknya tidak menampik ada juga yang mengalami gagal panen bahkan pihaknya juga memprediksi lahan seluas 164 ha di enam desa yang kesemuanya berada di Kecamatan Rawa Jitu Utara (rju ) gagal panen
“Ya Desa Panggung Rejo, Desa Sidang Makmur, Desa Way Puji, Desa Sidang Iso Mukti dan Desa Sidang Sido Rahayu serta Desa Sidang Muara Jaya terancam gagal panen akibat kekeringan dan air yang tersedia sudah payau dan tidak memungkinkan lagi di manfaatkan untuk mengairi tanaman padi tersebut,” terangnya.
Pariman mengclaim bahwa Produksi beras di Kabupaten Mesuji di rasa cukup untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat di Kabupaten Mesuji, hal ini karena kebutuhan beras penduduk di Kabupaten Mesuji sebanyak 20.299 ton beras per tahun dengan asumsi 87.24 kg/kapita/tahun.
“Hitunganny jika di kalikan dengan 232.685 jiwa sedangkan Produksi 107.420 ton beras di kurangi dengan 20.299 ton beras per tahun maka akan terjadi surplus 87.121 ton beras,” utainya.
Untuk di ketahui di Kabupaten Mesuji petani telah melaksanakan dua kali tanam dan dua kali panen yaitu musim rendang dan musim gadu sehingga di mungkinkan Surplus Beras di Kabupaten Mesuji adalah 194.541 ton beras dalam satu tahun.(Mis)












