LAMPUNG UTARA – Tumpukan sampah yang menggunung di Kelurahan Bukit Kemuning, Kecamatan Bukit Kemuning, Lampung Utara menjadi Polemik sendiri di tengah masyarakat.Camat Bukit Kemuning, Hendri Dunan ketika di konfirmasi mengatakan, baru mengetahui perihal tumpukan sampah yang sudah 2 (dua) hari tak kunjung di angkut.
“Iya bang, barusan dapat info dari pak lurah, kendala dua hari ini rekan Unit Kebersihan Lingkungan (UBERLI) tidak beroperasi karena ada kerusakan armada, saat ini sedang diperbaiki, namun jika ingin informasi lebih lanjut boleh konfirmasi ke pengelolanya ya (Uberli), ” ujar Hendri Dunan.
Hendri juga mengapresiasi kinerja dari Uberli yang angat sigap dalam menangani sampah yang ada di bukit kemuning.Sejatinya pihak dari uberli sudah memberikan yang terbaik dalam pengelolaan sampah yang ada.
Sementara, Ketua Uberli wilyah Bukit Kemuning, Ade Firmansyah ketika di konfirmasi mengatakan pihaknya sedang memperbaiki armada truk pengangkut sampah yang rusak.
“Kendaraan truk pengangkut sampah saat ini sedang rusak bang. sudah di perbaiki namun spare part nya indent 2 hari,” jelas Ade.
Ketika disinggung perihal tak ada truk cadangan untuk mengangkut sampah tersebut. Ade mengatakan bahwa tak ada truk lain selain yang sedang di perbaiki saat ini.
Jarak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang jauh menjadi kendala utama dalam pengelolaan sampah yang ada, karna harus di buang ke TPA Kotabumi.
Ade berharap, pemerintah dapat menyediakan lahan untuk .enjadi TPA khusus di wilayah Bukit Kemuning, dan juga melakukan peremajaan pada armada truk pengangkut sampah.
Diberitakan sebelumnya, tumpukan sampah kembali menggunung di ruas jalan Lintas Tengah Sumatera, Bukit Kemuning, Kecamatan Bukit Kemuning Kabupaten Lampung Utara, Rabu (28/05/2025)
Sampah yang berserakan tersebut sudah dua hari menumpuk sampai ke tengah jalan. sehingga mulai menimbulkan bau-bau yang tidak sedap.
Salah Seorang penjual nasi yang tak ingin di sebutkan nama nya, ketika di wawancarai mengungkapkan kekesalan nya lantaran menumpuk nya sampah di depan tempat nya berjualan.
“Ini sampah sudah dua hari kalau gak salah numpuk disni, bau nya sudah mulai tidak enak, kami ini kan jualan makanan tidak enak rasanya berhadapan dengan sampah seperti ini,” ucapnya kesal.(*/Rendra)












