TULANG BAWANG BARAT — Anggota DPRD Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Taufik Hidayat yang akrab disapa Gustop, kembali menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan Reses Masa Sidang Tahun 2025 meliputi Kecamatan Tumijajar dan Tulang Bawang Udik (TBU).
Kehadiran setiap titik pertemuan, Gustop didampingi jajaran Sekretariat DPRD Kabupaten Tubaba dan menekankan bahwa reses bukan hanya mendengarkan, tetapi juga mengawal hingga terealisasi.
Dalam pertemuan pertamanya, Gustop bertemu dengan guru TPA dan tokoh agama Kecamatan Tumijajar
Berempat di salah satu rumah tokoh masyarakat, Gustop mengundang para guru TPA dan tokoh agama se-Kecamatan Tumijajar. Dalam dialog, warga menyampaikan dua aspirasi utama yakni keresahan soal layanan BPJS Kesehatan yang belum bisa aktif satu hari (UHC) dan jalan usaha tani yang belum terakses baik di beberapa tiyuh.
Menanggapi itu, Gustop menegaskan bahwa dirinya mendorong percepatan program Universal Health Coverage (UHC) bersama Pemkab Tubaba.
“Kami menyuarakan langsung ke pemerintah daerah, agar proses aktivasi peserta baru BPJS bisa cukup satu hari. Kita tidak ingin warga menunggu 14 hari dalam keadaan darurat,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (21/7/2025).
Gustop juga menyampaikan bahwa saat ini kami DPRD dan Pemerintah Tubaba tengah membahas Peraturan Daerah (Perda) tentang Pesantren, untuk memperkuat posisi pesantren dan guru ngaji.
Pada kesempatan tersebut, Gustop menyerahkan hibah dari Pemerintah Tubaba untuk satu Mushola di Tiyuh Makarti dan satu Masjid di Tiyuh Gunung Timbul, Kecamatan Tumijajar sekaligus mendata guru-guru ngaji untuk dimasukkan dalam pokok pikiran (Pokir) dewan.
Salah satu tokoh agama setempat pun mengapresiasi apa yang dilakukan Gustop tersebut
“Kami sangat bangga punya wakil rakyat seperti Gus Taufik yang tidak hanya bicara, tapi benar-benar memperjuangkan guru ngaji dan kehidupan pesantren,” ujar Kyai Somadi, tokoh agama dari Tiyuh Margodadi.
Adapun pertemuan kedua Gustop berdialog bersama perempuan tani se-Kecamatan tumijajar dan TBU
Reses titik kedua digelar di Pondok Pesantren MHM Dayamurni, menghadirkan kelompok perempuan tani dari Kecamatan Tumijajar dan TBU. Dalam forum tersebut, Gustop memaparkan adanya program dari Dinas Pertanian, berupa bibit padi gogoh dan bibit pohon kelapa hibrida
Pertemuan ketiga Gustop mendengarkan kebutuhan Gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan melakukan penyerahan kursi roda
Dalam kesempatan kali ini, Gustop mengundang kelompok tani dan Gapoktan Tumijajar ke kediamannya. Aspirasi mereka difokuskan pada alsintan (alat mesin pertanian) seperti combine harvester, traktor roda empat, hingga kelangkaan bibit yang sudah terdata oleh Gapoktan.
Taufik menegaskan akan terus mengawal aspirasi petani, dan memperjuangkannya dalam forum resmi anggaran dan kebijakan daerah.
Selain itu, Gustop juga menyerahkan kursi roda kepada salah satu warga Tiyuh Gunung Timbul yang membutuhkan.
Ajakan Gustop: Dukung UHC, Segera Daftar BPJS Mandiri
Dalam seluruh titik reses, satu pertanyaan yang terus berulang adalah soal BPJS yang belum aktif satu hari, dan masih membuat masyarakat harus menunggu hingga 14 hari sebelum bisa digunakan.
Menjawab hal ini, Gustop menyerukan agar masyarakat proaktif:
“Kita butuh gotong royong. Pemerintah sudah berupaya maksimal. Tapi UHC tidak akan tercapai tanpa partisipasi warga. Mari daftarkan diri dan keluarga kita ke BPJS Mandiri, demi akses kesehatan yang cepat dan adil,” tegasnya.
Kegiatan reses ini membuktikan bahwa kehadiran wakil rakyat tidak berhenti di ruang sidang, tetapi benar-benar menjangkau kebutuhan masyarakat dari bidang keagamaan, kesehatan, hingga pertanian. Gustop berkomitmen untuk terus hadir dan mengawal setiap aspirasi masyarakat Tubaba dengan sungguh-sungguh. (Jim)












