TULANGBAWANG BARAT* — Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba), Novriwan Jaya, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tubaba untuk menuntaskan tunggakan penghasilan tetap (Siltap) aparatur tiyuh yang selama ini belum terbayarkan.
Penegasan tersebut disampaikan Novriwan Jaya saat menemui ratusan aparatur tiyuh yang menggelar aksi penyampaian aspirasi terkait tunggakan Siltap selama lima bulan, di halaman Pemkab Tubaba, Kamis (27/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati Novriwan Jaya menyampaikan bahwa pemerintah daerah memahami aspirasi serta kondisi yang dirasakan para aparatur tiyuh. Menurutnya, Siltap merupakan hak aparatur tiyuh yang harus menjadi perhatian pemerintah.
Ia juga menekankan bahwa aparatur tiyuh memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, Pemkab Tubaba berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara bertahap sesuai dengan proses dan kemampuan keuangan daerah.
“Kami sangat menyadari bahwa Siltap ini adalah hak aparatur tiyuh. Aparatur tiyuh juga merupakan garda terdepan pelayanan masyarakat dan bagian dari pemerintah,” kata Novriwan Jaya.
Sebelumnya, Pemkab Tubaba juga telah menerima kucuran Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat yang sempat tertunda. Namun, Bupati menjelaskan bahwa proses penerimaan alokasi dana tersebut dilakukan secara bertahap.
“Kami menerima alokasi dana dari pusat juga secara bertahap. Karena itu, semua ini tentu dilakukan secara bertahap dan berproses,” ujarnya.
Komitmen tersebut diharapkan dapat menjadi angin segar bagi aparatur tiyuh yang selama lima bulan menunggu pembayaran Siltap. Pemerintah Kabupaten Tubaba memastikan aspirasi yang disampaikan dalam aksi tersebut menjadi perhatian dan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme serta tahapan yang berlaku.
Dalam aksi penyampaian aspirasi tersebut, turut hadir sejumlah anggota DPRD Tubaba, beberapa pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Tubaba, perwakilan kepalo tiyuh, serta ratusan massa dari aparatur tiyuh.
Pertemuan antara Bupati dan para aparatur tiyuh berlangsung sebagai ruang dialog untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Di tengah tuntutan penyelesaian tunggakan, komitmen yang disampaikan Bupati Novriwan Jaya menjadi penegasan bahwa Pemkab Tubaba tidak menutup mata terhadap hak aparatur tiyuh dan berupaya mendorong penyelesaiannya secara bertahap. (Jim)












