Dampak El Nino, BPBD Pesawaran Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan 90 Hari

PESAWARAN – Fenomena El Nino yang masih bertengger di Samudra Pasifik mulai berdampak di Kabupaten Pesawaran. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran resmi menetapkan status siaga darurat kekeringan selama 90 hari.

Kepala Pelaksana BPBD Pesawaran, Sopyan Agani, melalui sekretaris Muzamil Mara mengatakan langkah ini diambil sebagai antisipasi puncak kemarau yang diprediksi lebih kering dan panjang akibat El Nino.

“Terkait kekeringan ini kami sudah mengantisipasi kondisi darurat selama 90 hari, dimulai dari Agustus sampai November, itu akan dievaluasi. Kalau memang tidak ada perubahan kemungkinan akan diperpanjang,” ujarnya, Jum’at (23/10).

Ia menjelaskan, Bupati Pesawaran telah mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh camat hingga kepala desa untuk melakukan langkah antisipasi dini. Mulai dari imbauan hemat air, pengecekan sumber air, hingga pelaporan wilayah yang mulai mengering.

Untuk mengantisipasi krisis air bersih, BPBD Pesawaran juga telah menyiapkan armada tangki air.

“Kita juga menyiapkan armada tangki air bersih untuk warga yang membutuhkan air bersih dan mengalami kekeringan,” kata dia.

Meski status siaga telah ditetapkan, dia menyebut kondisi kekeringan di Pesawaran saat ini masih terkendali dan belum masuk kategori ekstrem.

“Kalau kondisi kekeringan saat ini hampir sama untuk wilayah kita di Pesawaran belum ada yang ekstrem sehingga warga juga belum ada yang minta suplay air bersih. Dan mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah hujan, intinya kita BPBD Pesawaran standby,” pungkasnya.

Fenomena El Nino sendiri diketahui menghambat pembentukan awan hujan, sehingga musim kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang dan berdampak langsung pada ketahanan pangan dan pasokan air bersih warga. (Indra).