Bappeda Tubaba Klaim Telah Berupaya Alokasikan CSR untuk Bantuan Truk Pengangkut Sampah

TULANGBAWANG BARAT-Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) menegaskan pihaknya telah berupaya untuk mengalokasikan Corporate Sosial Responsibility (CSR) untuk bantuan Dump Truck (Truk Sampah).

“Kita telah berupaya mengajukan bantuan untuk mobil pengangkut sampah tersebut. Akan tetapi, sampai sekarang belum ada jawaban. Karena sekarang ini kita sedang menghadapi situasi pandemi. Yang mengakibatkan ekonomi menurun. Jadi, kita tidak bisa memaksakan kehendak,” ujar Ana Marthatila kabid Perekonomian SDA, insfratruktur dan Kewilayahan Bappeda Tubaba. Senin (01/03/2021).

Ana menuturkan, pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan CSR tersebut guna dialokasikan ke DLH. Selain itu, pihak-pihak bank juga telah diajukan untuk hal itu.

“Sejauh ini usaha sudah kita lakukan. Proposal sudah kita ajukan. dan kita berupaya agar mendapatkan hal tersebut. Dengan mengawal dan menggiring untuk pengalokasian CSR ke DLH. Jadi kalau kita bicara pengalokasian CSR untuk dump truk. Memang sampai hari ini belum ada. Karena belum ada perusahaan atau badan usaha swasta yang siap untuk memberikan itu,” tuturnya.

Ana menjelaskan, kedepannya, untuk mendapatkan CSR, harus membuat laporan pengajuan terlebih dahulu atas dasar permintaan masyarakat. Karena sekarang CSR tidak lagi bisa dikelola oleh pemerintah daerah akan tetapi diperuntukkan langsung kepada masyarakat.

“Jadi bukan wewenangnya dinas terkait untuk mengelola itu. Tapi ketika mendapatkan CSR, kita akan undang mereka (masyarakat dan DLH-Red) untuk memberi tahu bahwasanya bantuan CSR tersebut diberikan untuk masyarakat melalui instansi yang akan menggunakannya. Nah yang membuat surat permohonan atau pengajuan tersebut bukan lagi pemda. Akan tetapi, organisasi masyarakat, atau UMKM. Nantinya mereka akan kita ajari bagaimana cara membuat surat pengajuan tersebut. Dan bagaimana teknis pengajuannya,” jelas Ana.

Dia menceritakan, adapun beberapa item pengalokasian CSR yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Seperti pembelian beberapa motor pengangkut sampah. Rumah baca. Perpustakaan keliling. (Deb/Jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *