PESAWARAN-Kepala Badan Kesbangpol Pesawaran Zainal Abidin kalau Pesawaran masuk dalam Zona hijau terkait dengan Aliran Terlarang. Hal ini dikatakan saat pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menyambangi Kesbangpol Pesawaran, Rabu (10/3/21) di Desa Bagelen Gedongtataan.
“Meski masuk Zona hijau akan tetapi kami terus waspada, melalui stake holder terkait. Kami selalu melakukan pemantauan bahkan selalu melakukan pembinaan terbukti saat pelaksanaan Pilkada tidak terjadi gejolak, bahkan situasi kondusif,” ujar mantan Kepala BKD Pesawaran.
Namun menurut Zainal, sebetulnya para pelaku aliran terlarang itu bukanlah pendatang atau dari sebuah lembaga maupun pondok Pesantren, melainkan aliran dari rumah-ke rumah yang artinya Keturunan dari orang tua sehingga terkontaminasi.
“Meski demikian bisa teratasi melalui pembinaan yang dilakukan oleh tim yang kami bentuk bersama instansi terkait,” kata Zainal.
Dalam hal ini TNI Polri terus melakukan pemantauan untuk mengatasi agar aliran terlarang tidak terjadi. Bahkan TNI Polri bersama stakeholder terus melakukan upaya pemantauan sehingga diyakini pesawaran tetap terkendali dan termonitoring apabila ada gejolak.
“Kami selaku pembina berbagai lembaga, melakukan pencegahan baik aliran terlarang maupun aliran Radikalisme dengan Forum yang telah kami bentuk demikian juga stakeholder terkait turut terlibat dalam pencegahan maupun penanganan,” tukasnya.
Sedangkan tugas pokok kami adalah memberikan wawasan Idiologi Kebangsaan, Ketahanan Ekonomi. Sosial dan Politik agama dan Ormas, bidang kewaspadaan Nasional hingga penangan konflik yang terjadi di wilayah kami, pungkasnya. (Ndr)












