DAERAHTANGGAMUS

Cuaca Ekstrem, Nelayan di Tanggamus Satu Pekan Tak Melaut

TANGGAMUS-Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Tanggamus belakangan ini, berimbas pada penghasilan para nelayan di perairan Teluk Semangka Kabupaten Tanggamus.

Muslim (46), nelayan asal Kelurahan Baros, Kecamatan Kotaagung mengatakan, cuaca ekstrim yang menerpa selama seminggu ini membuat para nelayan Kotaagung takut melaut dan memilih untuk beristirahat total.

“Sudah seminggu ini kami nelayan dengan kapal kecil sudah tidak berani melaut, kalaupun ada itu yang memakai kapal besar. Kalaupun ada yang nekat, hasilnya pun tidak sesuai dan malah akan mengancam keselamatan,” tuturnya.

Muslim bersama tiga rekannya, yang baru pulang dari perairan Teluk Kiluan Kecamatan Kelumbayan mengaku tidak membawa hasil.

“Kami melaut di perairan Teluk Kiluan, anginnya lebih parah, kami dua hari dua malam di sana cuma bersandar, tidak bisa mencari ikan, cuma menghabiskan stok makanan saja. Ini masih bersyukur, karena masih bisa pulang, ada kawan di sana yang belum berani pulang,” keluhnya.

Muslim menuturkan, ada 17 kapal nelayan yang sudah seminggu ini bersandar di pesisir Taman Wisata Muara Indah, karena tidak berani melaut.

“Sebanyak 17 kapal jukung, itu yang bersandar di sini saja, belum lagi di daerah Kapuran dan lainnya. Bahkan, tiga hari yang lalu salah satu kapal di sini pernah mengalami terbalik di tengah laut karena hantaman angin yang kencang, beruntung semua nelayannya selamat,” tutur bapak beranak tiga tersebut.

Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan mengaku sudah memberikan himbauan melalui surat edaran ke semua Kecamatan yang ada di Kabupaten Tanggamus.

“Sudah kita kirimkan surat edaran tentang himbauan kewaspadaan dini terkait cuaca ekstrim yang akan melanda seperti saat ini, melalui kecamatan-kecamatan. Bahkan surat itu disampaikan seminggu sebelum angin kencang ini terjadi,” kata Kabid Rusdi mewakili Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus, Edyan M Toha.

Menurutnya, surat edaran himbauan itu meneruskan instruksi dari pusat terkait antisipasi cuaca buruk dan badai siklon tropis seroja yang sudah melanda di beberapa wilayah di Indonesia.

Yang kita beri himbauan bukan hanya daerah pesisir saja, tapi seluruh wilayah Tanggamus, sebab yang kita lihat diberita, badai tersebut bukan hanya bisa terjadi di wilayah pesisir, tapi bisa terjadi dimana saja dan kapan saja,” terangnya.

Lebih lanjut Rusdi menyampaikan, kemungkinan badai siklon tropis seroja tersebut bisa saja terjadi di Kabupaten Tanggamus, sehingga himbauan itu sudah kita lakukan sebelumnya, guna antisipasi dan meminimalisir kerugian dengan meningkatkan kewaspadaan.

“Dilihat dari tanda-tandanya, sama dengan seluruh wilayah yang telah terjadi dibeberapa wilayah yang sudah terkena musibah dari badai tersebut. Kita berharap tidak terjadi bencana, namun kita tidak dapat memprediksi pasti bencana itu akan datang atau tidak, jadi upaya kita semua yaitu dengan tetap meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati dalam melakukan aktifitas terutama di tengah laut,” pungkasnya. (man)

Comment here