DAERAHTUBABA

Pemkab Tubaba Batasi Hajatan, Maksimal 30 Orang

TULANGBAWANG BARAT-Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Pemkab Tubaba) membatasi masyarakat menggelar pesta hajatan.

Hal tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi Satgas Covid-19 dalam rangka penerapan PPKM Mikro dan kontijensi klaster Covid-19 serta persiapan PPKM Darurat yang akan disusul surat keputusan Bupati.

Kapolres Tubaba AKBP Hadi Saeful Rahman mengatakan, pembatasan tersebut mulai diberlakukan mulai besok, Jum’at (09/07/2021).

Dijelaskannya, pernikahan hanya boleh dilakukan sebatas akad di kantor urusan agama (KUA), masjid dan rumah. Sementara, resepsi tidak diperbolehkan, hanya sebatas syukuran keluarga dan undangan tidak melebihi 30 orang.

Dia menegaskan, jika ada masyarakat yang melanggar, maka kepolisian akan menindak tegas dengan melakukan pembubaran dan diproses secara hukum.

Surat resmi dari Kapolres akan dikirim ke setiap kepala tiyuh (desa) mulai besok, termasuk juga tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda, serta yang lain sebagainya.

“Jika sampai di suatu tiyuh itu terdapat masyarakat yang melakukan pelanggaran, maka bukan hanya yang memiliki hajatan, melainkan juga aparatur tiyuh dan tokoh-tokoh akan dipanggil,” ungkapnya saat dikonfirmasi Media Rakata usai melaksanakan rapat di ruang rapat Bupati, Kamis (8/7/2021).

Lanjutnya, hasil rapat itu juga memutuskan, Dinas Kesehatan Tubaba akan menambah Tenaga Kesehatan (Nakes). Termasuk RSUD diinstruksikan untuk menambah kembali tempat tidur pasien Covid-19 dan tokoh-tokoh pemuda siap menjadi relawan Covid-19 di setiap tiyuh.

Proses vaksinasi juga dipercepat dengan target mencapai lebih dari 70 persen masyarakat. Dengan melakukan vaksinasi secara jemput bola kepada masyarakat.

“Jadi para petugas sifatnya secara mobile untuk melakukan Vaksinasi.
Mengingat Tubaba saat ini menuju zona merah,” pungkasnya. (Jim)

Comment here