Pernah Ditampar Mayat, Pengalaman Tim Pemakaman Jenazah Covid-19 

MESUJI – Berbagai pengalaman suka duka yang dialami oleh para petugas pemakaman jenazah Covid-19.Salah satunya mereka kadang-kadang merasa kelelahan karena memakamkan jenazah Covid-19 tidak kenal waktu.Namun demi tugas dan rasa kemanusiaan pelaksanaan pemakaman harus tetap mereka lakukan.

Salah satu kisah yang sedikit menggelitik dikisahkan oleh Wakhid petugas pemakaman jenazah dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Rescue BPBD Kabupaten Mesuji bahwa dia pernah mengalami sedikit keanehan karena ditampar oleh mayat yang meninggal karena Covid-19.Bahkan kawannya yang membawa semprotan sempat kaget dan kabur saat melihat kejadian itu.

“Waktu itu  pernah jenazah  yang hendak saya kafani,karena dia masih memakai cincin kami berusaha melepasnya bahkan sampai kami kesusahan tidak lepas cincin itu eh  malah jenazah itu  menampar saya,” Cerita si Wakhid saat di tanya pengalamnnya oleh Media ini usai pemakaman di Pangkal Mas Mulya Minggu (8/8/2021).

Lalu si Wakhid berkata kepada Si Mayit dengan mengucapkan salam dan doa yang dia bisa bahwa kamu sudah meninggal dan mau dikubur jadi tidak boleh membawa apa-apa kecuali yang dibawa kain kafan dan amalnya.

“Ya setelah saya sambat dengan berkata Pakde sampean sudah meninggal jadii mau dikubur gak boleh bawa apa-apa kecuali amal dan kain kafan ini,jadi tolong lepasin cincin ini ya?.Setelah itu saya coba lepas cincin itu enak sekali lepasnya padahal sebelumnya sempet dicongkel-congkel dengan pisau,”imbuhnya.

Sedangkan kejadian-kejadian aneh lainnya juga dialami seperti diceritakan Agus teman si Wakhid bahwa mayat yang mereka tangani pemakamannya bawaannya beda-beda,ada yang mudah dan ada yang terasa berat melaksanakan prosesi pemusaran dan pemakaman.

” Ya Bang beda-beda ada yang orangnya kecil tapi ketika kita angkat terasa berat sampai ngos-ngosan kita bawanya,ada yang sudah kita ukur mayatnya agar ukurannya pas dimasukkan ke peti tapi ketika kita masukkan peti gak muat terpaksa kami paksa ada yang senyum saat kita kafani,pokoknya macem-macem-macem lah Bang,”singkatnya

Agus juga menceritakan bahwa rombongannya sering juga kena marah dari pihak keluarga korban karena tidak terima dimakamkan dengan prokes bahkan ada yang sampai mengejarnga hendak menujah dengan pisau karena marah.

“Suka dan dukanya banyak bang,kadang ada juga yang gak terima kita kuburkan dengan prokes karena tidak paham kecuali keluarga yang sudah dari rumah sakit yang ikut menemani selama dirumah sakit rata-eata mereka iklas dan paham,”pungkasnya .(Mis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *