DAERAHLAMPUNG UTARA

Hitungan Jam, Tim Serigala Utara Polres Lampura Berhasil Ringkus Pelaku Anirat

LAMPUNG UTARA – Kepolisian Resor (Polres) Lampung Utara (Lampura) menggelar Konferensi Pers terkait dengan kasus penganiayaan dengan pemberatan (Anirat) yang mengakibatkan seorang korban Ladoni (51) warga dusun 1 desa Tanjung Harapan kecamatan Hulu Sungkai kabupaten Lampung Utara mengalami beberapa luka bacok dibagian kepala dan Meninggal dunia di TKP.

Penganiayaan dengan pemberatan yang menghabisi nyawa korban Ladoni (51) itu, terjadi pada hari Kamis 23/9/2021 sekira pukul 12.00 wib di perkebunan karet milik Hobren Dusun 1 Tanjung Miring desa Tanjung Harapan kecamatan Hulu Sungkai Kabupaten Lampung Utara, berhasil di ungkap Tim Serigala Utara Polres Lampung Utara kurang lebih enam jam setelah kejadian.

Hal ini diungkapkan Kapolres Lampung Utara AKBP Kurniawan Ismail saat menggelar Konferensi Pers pada Jumat (24/9/2021) pukul 13.45 Wib, di Koridor Utama Mapolres setempat.

Lebih lanjut Kapolres AKBP Kurniawan yang didampingi Waka Polres Kompol Dwi Santosa, Kasat Reskrim AKP Eko Rendi Oktama memaparkan kronologis kejadian, awalnya terduga pelaku yang berinisial RG (38) waga desa Lubuk Rukam kecamatan Hulu Sungkai Lampung Utara itu tanpa se izin korban Ladoni selaku pemilik kebun, mengambil satu ikat daun singkong untuk pakan ternaknya di tanaman singkong milik korban. tanpa se izin korban selaku pemilik kebun. Tetapi saat RG mengambil daun singkong tersebut, kepergok oleh korban Ladoni sehingga korban pun marah dan sempat hendak mencabut golok dari sarung yang ada di pinggangnya, namun belum sempat mencabut, lansung ditahan dengan tangan kiri pelaku dan sebaliknya pelaku mencabut golok yang ada di pinggang sebelah kanannya dengan tangan kanan dan lansung menghujamkan kebagian kepala dan leher korban sebanyak 6 kali hingga korban terjatuh bersimba darah. Setelah kejadian tragis tersebut pelaku pergi meninggalkan korban, dengan menggunakan sepeda motor miliknya.

“Dari peristiwa tersebut, setelah mendapat laporan, Tim kita yang di pimpin Kasat Reskrim AKP Eko Rendi lansung melakukan penyelidikan, undercover dan survailance yang kemudian berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku,” terang Kapolres.

Ditambahkan oleh Kapolres bila pelaku di ketahui berada di wilayah Martapura OKU Timur Sumatera Selatan.
“Selanjutnya tim melakukan pengejaran,” jelas AKBP Kurniawan Ismail.

Sekira pukul 24.00 wib, lanjut Kapolres, tim dari Polres mendapatkan informasi bahwa pelaku RG telah menyerahkan diri di Polres OKU Timur, sehingga oleh tim, terduga RG lansung ditangkap dan dibawa ke Mapolres Lampung Utara.

“Kini terduga pelaku RG berikut barang bukti berupa 2 (dua) bilah golok dan 2 (dua) unit sepeda motor sudah di amankan di Mapolres Lampung Utara dan terhadap RG tengah dilakukan proses penyidikan,” terang Kapolres.

Akibat perbuatannya, tegas Kapolres, terduga pelaku RG dapat dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman pudana penjara paling lama 15 tahun dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP ancaman pidana paling lama 7 tahun.

Diketahui, sebelumnya Babinsa Koramil 412-06/ Sungkai Utara Serda Eko Hadi bersama anggota Polsek Sungkai Utara pada Kamis (23/9/2021) lalu telah melaksanakan pengecekan penemuan mayat Ladoni (50), warga dusun Tanjung Miring desa Tanjung Harapan kecamatan Hulu Sungkai kabupaten Lampung Utara yang menjadi korban pembacokan yang di duga terjadi di kebun karet milik korban, dimana mayat tersebut kali pertama ditemukan oleh Suryani, yang juga merupakan isteri korban.

Atas laporan dari warga setempat, Babinsa dan anggota Polsek Sungkai Utara langsung bergegas menuju ke lokasi tempat kejadian peristiwa (TKP) guna mengecek prihal terjadinya peristiwa tersebut.

Pada awalnya di pagi hari korban Ladoni dan istrinya berangkat ke kebun karet milik mereka guna menyemprot rerumputan yang ada di kebun tersebut. Dan sekira pukul 12.00 Wib istrinya pulang ke rumah miliknya dan pada saat diperjalanan istri korban melihat ada orang yang identitasnya belum diketahui dengan memakai baju berwarna ungu melintas ke arah kebun karet dan singkong milik korban.

Kemudian, hingga pukul 14.00 Wib, Ladoni belum juga pulang kerumahnya, sehingga Suryani istri korban menyusul korban ke kebun karet tersebit dan Suryani sontak menjerit histeris ketika melihat suaminya sudah tergeletak dan tidak bernyawa lagi dengan keadaan luka bacok pada bagian leher.

Oleh keluarga Ladoni, diduga peristiwa tersebut bermula dari saat korban tidak terima daun singkong miliknya diambil oleh pelaku.

Setelah dilakukan pengecekan, korban pun langsung dibawa ke Puskesmas Negara Ratu guna di adakan autopsi. Dan permasalahan tersebut langsung ditangani oleh Polsek Sungkai Utara. (ica/dra)

Comment here