DAERAHLAMPUNG UTARA

Ketua DPRD Lampung Utara Romli Apresiasi Kinerja Polres Lampura

LAMPUNG UTARA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Utara memberikan apresiasi kepada Kapolres Lampung Utara beserta jajarannya dalam mengungkap kasus penganiayaan dengan pemberatan (Anirat) yang mengakibatkan wafatnya seorang korban LDN (51) warga Dusun 1 Desa Tanjung Harapan Kecamatan Hulu Sungkai Kabupaten Lampung Utara (Lampura).

Saat di Konfirmasi, Romli mengatakan dirinya selaku Ketua DPRD Lampung Utara sangat mengapresiasi kinerja Polres Lampung Utara, dalam mengungkap kasus pembunuhan dalam waktu 6 jam.

“Langkah cepat seperti ini yang diharapkan oleh masyarakat tentunya bravo Polres Lampung Utara,” ujar Romli. Jum’at (24/9/2021) malam.

Diberitakan sebelumnya, Polres Lampung Utara melakukan pres rilis kasus penganiayaan dengan pemberatan (Anirat) yang mengakibatkan LDN (50) meninggal dunia yang terjadi di desa Tanjung Harapan kecamatan Hulu Sungkai kabupaten Lampung Utara.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Lampung Utara AKBP Kurniawan Ismail saat menggelar konferensi persnya pada Jumat (24/9/2021) pukul 13.45 Wib di Koridor Utama Mapolres setempat.

Lebih lanjut Kapolres Lampura AKBP Kurniawan Ismail yang didampingi Waka Polres Kompol Dwi Santosa dan Kasat Reskrim AKP Eko Rendi Oktama memaparkan kronologis kejadian.

“Awalnya terduga pelaku yang berinisial RG (38) waga desa Lubuk Rukam kecamatan Hulu Sungkai Lampung Utara itu tanpa seizin LDN selaku pemilik kebun, mengambil daun tanaman singkong sebanyak satu ikat untuk makanan hewan ternak pelaku. Tetapi saat RG mengambil, kepergok oleh korban LDN sehingga korban pun marah dan sempat hendak mencabut golok dari sarung yang ada di pinggangnya, namun belum sempat mencabut, lansung ditahan dengan tangan kiri pelaku dan sebaliknya pelaku mencabut golok yang ada di pinggang sebelah kanannya dengan tangan kanan dan lansung menghujamkan kebagian kepala dan leher korban sebanyak 6 kali hingga korban terjatuh bersimba darah, setelah kejadian pelaku pergi meninggalkan korban menggunakan sepeda motor miliknya,” papar AKBP Kurniawan Ismail.

Dari peristiwa tersebut, lanjut Kapolres, setelah mendapat laporan, Tim dari Polres Lampura yang di pimpin Kasat Reskrim AKP Eko Rendi lansung melakukan penyelidikan, undercover dan survailance yang kemudian berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku.

Pelaku diketahui berada diwilayah Martapura OKU Timur Sumatera Selatan dan selanjutnya tim melakukan pengejaran. Sekira pukul 24.00 wib tim kita mendapatkan informasi bahwa pelaku RG telah menyerahkan diri di Polres OKU Timur, sehingga oleh tim, terduga RG lansung ditangkap dan dibawa ke Mapolres Lampung Utara.

“Kini terduga pelaku RG berikut barang bukti berupa 2 (dua) bilah golok dan 2 (dua) unit sepeda motor sudah di Mapolres Lampung Utara dan terhadap RG tengah dilakukan proses penyidikan. Akibat perbuatannya terduga pelaku RG dapat dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman pudana penjara paling lama 15 tahun dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP ancaman pidana paling lama 7 tahun,” pungkas AKBP Kurniawan. (ica/dra)

Comment here