DAERAHHUKUMPESAWARAN

Tersangka Anak Bunuh Bapak Kandung Jalani Reka Ulang di Mapolres Pesawaran

PESAWARAN-Guna mengungkap Kasus pembunuhan yang dilakukan anak kandung UBY (37) terhadap Ayahnya MY (76) beberapa waktu silam, Satreskrim Polres Pesawaran melakukan rekonstruksi pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Minggu (26/09/2021) lalu.

Dalam rekonstruksi yang digelar di halaman Polres Pesawaran, Jumat (05/11/2021), Satreskrim Polres Pesawaran melakukan 21 reka adegan pembunuhan tersebut.

Terungkap dalam adegan rekonstruksi itu, UBY membunuh ayah kandungnya dengan cara memukul kepala korban kemudian menggantung korban di dapur.

Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo melalui Kasatreskrim Polres Pesawaran AKP Supriyanto Husin mengungkapkan.

“Jadi setelah memukul korban, tersangka kemudian mengikat leher korban dengan tali dan menggantungkan korban di dapur. Jadi seolah-olah korban gantung diri,” ujar AKP Supriyanto.

Kemudian dari pemeriksaan penyidik, terungkap motif pembunuhan tersebut karena permasalahan uang.

“Jadi korban menitipkan sejumlah uang, namun uang tersebut dihabiskan tersangka sehingga cekcok kemudian terjadilah pembunuhan tersebut, tukas AKP Supriyanto.

“Atas perbuatannya Tersangka dikenakan Pasal 340 dan 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara,” ungkapnya.

Disisi lain, lawyer LBH Cahaya Keadilan, Nurul Hidayah mengatakan, telah ditunjuk langsung oleh penyidik untuk mendampingi tersangka UBY. Dan telah menyaksikan langsung rekonstruksi adegan pembunuhan tersebut.

Selanjutnya, dia menyampaikan sudah mendapatkan surat pernyataan dari keluarga tersangka yang telah memaafkan perbuatan tersangka Uby.

“Ini saya mendapat surat langsung, intinya ibu, kakak dan keluarga besar telah memaafkan. Ibunya juga mengaku shock mendapat kabar pembunuhan tersebut karena selama ini UBY adalah orang yang baik dan tidak pernah marah,” kata Nurul lirih.

Ia berharap dengan adanya surat pernyataan dari pihak keluarga semoga dapat memberikan keringanan terhadap ancaman hukuman yang dijatuhi kepada UBY. Dia juga meminta semua pihak mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Kita kedepankan asas praduga tak bersalah sebelum ada vonis hakim karena saat ini masih proses penyidikan,” jelasnya.

“UBY memiliki dua anak yang masih kecil yang masih membutuhkan nafkah dari ayahnya, sedangkan istrinya hanya berdagang sayur keliling. Kami berharap jaksa dapat memberi keringanan hukuman terhadap UBY,” harap Nurul.(Ndr/*)

Comment here