DAERAHPESAWARAN

Bupati Dendi dan KH Said Aqil Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes RMI NU Hidatul Mubtadi Ien

Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona bersama Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Sirajd, Senin (29/11/2021) malam. (foto: ist)

PESAWARAN-Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona menyambut kedatangan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Sirajd, di Pondok Pesantren (Ponpes) RMI NU Hidatul Mubtadi Ien Desa Pejambon, Kecamatan Negrikaton, Senin (29/11/2021) malam.

Kedatangan KH Said Aqil Sirajd bersama rombongan PBNU di Ponpes RMI NU Hidatul Mubtadi len, untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan Istigotsah menjelang digelarnya Muktamar NU ke-34 di Provinsi Lampung.

Bupati Dendi mengatakan, melalui pengajian di Ponpes RMI NU Hidatul Mubtadi len, mengajak kepada seluruh jamaah untuk berdoa agar Pesawaran menjadi kabupaten yang maju, aman, damai, dan makmur.

Menurut Dendi, untuk mempertahankan dan memelihara eksistensi NU di era modern yang penuh tantangan, maka NU harus berbenah diri dan terus meningkatkan kegiatan-kagiatannya.

“Hal ini sangat penting, agar keberadaan lembaga NU bisa bermanfaat bagi rakyat,” ujarnya.

Untuk itu, imbuhnya, berbagai gagasan, inovasi dan kreatifitas perlu digalakkan guna meningkatkan, dan mengembangkan lembaga ke arah yang lebih baik lagi.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Sirajd menyatakan, Ponpes merupakan kapital dalam menjalani kehidupan. Karena, pesantren memiliki empat metode dalam mendidik santri dan santriwati.

“24 jam kiyai mengawasi santri-santriwati, seperti rasullullah yang mengawasi para sahabatnya dalam berprilaku,” ujar Said Aqil.

Ia menyatakan, pesantren se-modern apapun harus mewajibkan santrinya membaca Al-quran, dan harus khatam serta menghafal Al-quran.

Kemudian, lanjutnya, kiyai juga harus mendidik akhlak kepada para santri dan santriwati mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap, santri dan santriwati Ponpes RMI NU Hidatul Mubtadi len, menjadi benteng agama dan selalu di jalan Allah SWT. Apabila ada santri dan santriwati yang menyimpang, harus segera diluruskan baik prilaku maupun akhlaknya bukan hanya ilmunya tetapi tarbiah ruhaniah,” tukasnya. (Indra)

Comment here