Dinas Perikanan Tubaba akan Ajukan Perahu Karet ke DKP Lampung

Kabid Tangkap dan Pengawasan Sumberdaya Perikanan Tubaba, Mujiono. (foto: dok)
Kabid Tangkap dan Pengawasan Sumberdaya Perikanan Tubaba, Mujiono. (foto: dok)

TULANGBAWANG BARAT-Dinas Perikanan Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) akan mengajukan perahu karet kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Pengawasan Sumberdaya Perikanan dinas setempat, Mujiono mengatakan, proposal pengajuan untuk perahu karet tersebut akan segera dikirim pada akhir bulan Januari.

“Perahu karetnya hanya ada satu di DKP, menurut informasi yang saya terima terdapat 3 Kabupaten yang memperebutkan perahu nelayan tersebut. Yakni, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Timur dan Tubaba,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan diruangnya, Selasa (18/1/2022).

Lanjutnya, perahu tersebut nantinya akan dipergunakan untuk keperluan Kelompok Pengawas (Pokmaswas) Perikanan Tubaba.

“Nanti apabila kita (Dinas Perikanan Tubaba) berhasil mendapatkan perahu karet, akan diberikan kepada Pokmaswas yang ada. Mohon doa dan dukungannya,” kata dia.

Dia menuturkan, Dinas Perikanan Tubaba saat ini tengah melakukan validasi terhadap anggota Pokmaswas yang terdapat di 11 tiyuh tuho (desa tua). Yakni Tiyuh Pagardewa, Karta, Karta Sari, Panaragan, Bandar Dewa, Menggala Mas, Penumangan. Gunung Terang, Way Sido, Gunung Katun Malai, dan Gunung Katun Tanjungan serta Gedung Ratu.

“Sebelumya ada anggota Pokmaswas yang sudah meninggal atau pindah domisili. Untuk itu, harus ditertibkan. Anggota yang sudah tidak ada, akan diganti yang baru,” tuturnya.

Dia menyampaikan, sampai dengan hari, terdapat enam tiyuh yang sudah berhasil divalidasi.

“Tiyuh Karta , Karta Sari, Way Sido, Gunung Katun Malai, dan Gunung Katun Tanjungan, serta Gedung Radu. Masing-masing tiyuh anggotanya terdiri dari 10 sampai 20 orang,” kata Mujiono.

Pokmaswas memiliki substansi melakukan pengawasan dan penertiban kepada para nelayan. Dan memberikan edukasi agar para nelayan melakukan aktivitasnya tanpa merusak ekosistem.

“Jangan sampai di jaman anak cucu nanti, populasi ikan sudah berkurang. Dan tidak bisa melihat ikan lokal,” ungkap Mujiono.

Dia berharap agar para Pokmaswas kedepannya lebih aktif dan menjalankan tugas sesuai tupoksi dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga.

“Harapannya semoga Pokmaswas semakin giat dalam menjalankan tugas, misal, yang awalnya biasa beroperasi sejauh 5 KM, menjadi 10 KM,” pungkasnya. (Jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *