Bentrok di Tubaba, Warga dan Keamanan PT HIM Saling Lapor

TULANGBAWANG BARAT-Dampak dari bentrokan yang terjadi di area perkebunan karet milik PT Huma Indah Mekar (HIM), Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), kedua belah pihak saling lapor.

Diketahui, bentrokan terjadi antara keluarga lima keturunan dan PT HIM.
Bentrokan tersebut, dipicu akibat seorang warga Lima keturunan ditahan di Polres Tubaba akibat laporan perusahaan perkebunan tersebut.

Akibat bentrokan tersebut, salah seorang warga lima keturunan bernama Birin mengalami luka di kepala. Sementara, seorang kemanan PT HIM berinisial D mengalami patah kaki.

Kapolres Tubaba, AKBP Sunhot P Silalahi membenarkan hal tersebut, dikatakannya, laporan masing-masing kedua belah pihak akan segera ditindaklanjuti.

“Kemudian, akibat dari semua itu, baik dari pihak lima keturunan dan PT HIM saling melaporkan. Laporannya sudah kita terima tadi malam, dan akan segera ditindaklanjuti dengan secara hukum. Saat ini, laporan yang terbaru ialah, pihak lima keturunan melaporkan security (keamanan) PT HIM,” kata Kapolres saat ditemui wartawan, Kamis (3/3/2022).

Lanjutnya, Polres Tubaba sudah melakukan upaya pendinginan suasana. Dengan mengirimkan personel Polres Tubaba yang bersinergi dengan Brimob untuk melakukan penjagaan di tempat kejadian.

“Akibat dari bentrok tersebut, pihak kepolisian menjaga situasi agar menjadi kondusif. Yakni bentrok yang berulang. Dengan langkah-langkah menempatkan anggota Brimob dan dari Polres Tubaba sebanyak 70 personel di lokasi kejadian,” kata dia.

Menurut Kapolres, bentrokan tersebut bermula atas kedatangan lima keturunan ke pos keamanan PT HIM. Kedatangan pihak lima keturunan bertujuan untuk menanyakan penahanan teman sejawatnya.

“Jadi awalnya kita menindaklanjuti laporan PT HIM. Setelah kita mengumpulkan keterangan saksi, melakukan penyelidikan. Polres Tubaba melakukan penjemputan paksa kepada seorang tersangka dari pihak lima keturunan yang melakukan penebangan pohon karet. Bernama Aminsyah.

Dampak dari penangkapan tersebut, pihak lima keturunan mendatangi pos keamanan PT HIM, untuk menanyakan soal penahanan keluarga mereka (lima keturunan). Mungkin di sana terjadi ketegangan, sehingga terjadi bentrokan,” pungkasnya. (Jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *