Pasca Pandemi Mari Kita Kembali ke Sekolah

Oleh: Yuni Fitria, S.Pd.I Guru: Pendidikan Agama Islam SMPN 2 Mesuji, Provinsi Lampung.
Oleh: Yuni Fitria, S.Pd.I
Guru: Pendidikan Agama Islam SMPN 2 Mesuji, Provinsi Lampung.

MESUJI-Tahun Ajaran baru  2022-2023 Dewan guru dan anak-anak bisa kembali lagi ke sekolah, belajar mengajar secara normal. Ini harapan yang tercurah baik seluruh  guru,siswa dan orang tua Karena masa depan bangsa, terletak pada maju mundurnya pendidikan di negeri ini.

Kita sebagai guru  tentu berharap kondisi normal tidak terhalang lagi oleh keadaan seperti tahun ajaran 2020-2021 yang membuat siswa dan guru belajar berjarak atau Daring yang pada akhirnya  orang tua siswa banyak yang mengeluh karena anak tidak maksimal belajarnya.

Pasca Pandemi Covid-19 ini,selaku guru menginginkan anak-anak bisa kembali belajar dengan semangat baru,semangat menuntut ilmu dan kembali belajar di sekolah  dengan rajin,disiplin agar tujuan pendidikan dan sdkolah  tercapai.

Memang sebagai guru kita menyadari tidak mudah untuk mengembalikan mental siswa yang selama dua tahun terbiasa belajar dirumah dan tidak bertemu dengan gurunya.Namun sebagai guru kami punya kewajiban untuk menumbuhkan semangat anak-anak kembali, agar mereka bisa kembali rajin masuk sekolah dan mengikuti semua pelajaran yang disampaikan oleh seluruh guru yang ada disekolah.

Kita sangat berharap tahun ajaran baru ini sekolah bisa dimulai lagi. Dan seluruh peserta didik dan juga pendidik, bisa melakukan pembelajaran secara wajar yaitu pembelajaran tatap muka (PTM)  karena ikatan antara Peserta didik dengan Pendidik tidak bisa digantikan dengan teknologi pembelajaran virtual. 

Kita tahu bahwa Sejak merebaknya Virus Corona atau yang dikenal dengan Covid-19 di Wuhan, sampai akhirnya merebak di berbagai belahan dunia,termasuk Indonesia.Pada waktu itu  WHO telah mendeklarasikan kejadian ini sebagai pandemi global. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa Swis pada tanggal 11 maret 2020 silam.

 Wabah Covid-19 ini telah memporak porandakan berbagai sendi kehidupan.  Para pemimpin dunia dituntut  untuk memutus mata rantai penularannya. Salah satunya adalah dengan melakukan karantina wilayah atau lockdown. Kebijakan lockdown ini tentu berdampak pada sektor pendidikan.

Diterbitkannya SKB 4 Menteri : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama (Menang) Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang penduan Penyelegaraan Pembelajaran Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 perlu diterjemahkan secara bijak oleh banyak pihak, khususnya penyelenggara lembaga pendidikan dan pembelajar, baik siswa sekolah dasar, menengah maupun mahasiswa di perguruan tinggi.

Dengan adanya surat edaran tersebut di atas, semua dilarang  berkerumun dan harus menjaga jarak, agar tidak terjadi penularan virus covid-19. 

Sejak saat itu  khususnya kita yang berada jauh dari pusat kota  belajar  menggunakan aplikasi Whatsapp, 

Mengingat kondisi kami di SMP Negeri 2 Mesuji yang keberadaannya paling ujung di provinsi Lampung, signyal merupakan kendala yang paling utama.

 Oleh karena itu kami  lebih memilih menggunakan aplikasi whatsapp. Karena dengan menggunakan aplikasi ini, kita dapat memantau secara langsung mana siswa yang aktif dalam pelajaran dan mana siswa yang kurang aktif.

Selain itu, menggunakan whatsapp juga lebih mudah di akses internet karena dia tidak menggunakan data yang terlalu berat yang dapat membuat handphone eror atau sinyal hilang. Jaringan e-learning juga disediakan oleh sekolah untuk mempermudah anak-anak dalam mengumpulkan tugas dan guru juga akan lebih mudah mengoreksi tugas siswa. 

Hanya saja terkadang ada kendala untuk siswa yang rumahnya di pelosok dan susah sinyal, atau kadang ada beberapa jaringan seluler yang ikut mati jika sedang ada pemadaman listrik.

 Itu adalah beberapa kendala saat pembelajaran daring berlangsung. 

Tetapi dengan kondisi yang seperti ini, baik guru maupun siswa harus saling memahami beberapa kendala yang dihadapi selama proses belajar mengajar secara daring berlangsung. Tugas sebagai seorang guru adalah menyampaikan materi semaksimal mungkin.

Seiring berjalannya waktu, pasca dilakukannya vaksin satu, dua dan tiga, kini korban covid-19 semakin melandai. Artinya ini pertanda baik bagi kita untuk kembali kesekolah dengan semangat baru pasca Pandemi Covid-19.Mari kita kembali sekolah dengan  PTM dengan semangat baru pasca Pandemi.Kita tahu ini kehendak Allah Swt dan kita  semua yakin ada  hikmah besar dibalik musibah ini,Semoga Allah Swt selalu melindungi kita Semua Amin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *