Mardiana TFT Dapat Menjadi Wahana Melahirkan Calon Pelatih yang Memiliki Jiwa Kesatria

Ketua Umum Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Lampung Tengah, Mardiana Musa Ahmad buka acara Training Off Trainer ( TOT ) Bagi Calon Pelatih Drumband Tingkat TK, SD, SMP, SMA dan SMK, i Aula Hotel Mandarin, Kelurahan Yukumjaya, Kecamatan Terbanggibesar, Sabtu (5/11/2022). (foto: Diskominfotik)
Ketua Umum Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Lampung Tengah, Mardiana Musa Ahmad buka acara Training Off Trainer ( TOT ) Bagi Calon Pelatih Drumband Tingkat TK, SD, SMP, SMA dan SMK, i Aula Hotel Mandarin, Kelurahan Yukumjaya, Kecamatan Terbanggibesar, Sabtu (5/11/2022). (foto: Diskominfotik)

LAMPUNG TENGAH-Ketua Umum Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kabupaten Lampung Tengah, Mardiana Musa Ahmad buka acara Training Off Trainer (TOT) Bagi Calon Pelatih Drumband Tingkat TK, SD, SMP, SMA dan SMK.

TFT-PDBI yang diikuti dari TK -SMA dan SMK se -Kabupaten Lampung Tengah tahun 2022, di aula Hotel Mandarin, Kelurahan Yukumjaya, Kecamatan Terbanggibesar, Sabtu (5/11/2022 ).

TFT tersebut juga dihadiri Ketua Harian PDBI Lampung Tengah, A Helmi, sedangkan Narasumber dari PDBI Lampung, Aditya Wicaksono dan Ketua Panitia Dasiyo.

Ketua Panitia Dasiyo dalam laporannya menyampaikan TFT tersebut diikuti oleh 76 orang calon pelatih Drumband yang berasal dari jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK se-Lampung Tengah.

“Terima kasih saya sampaikan kepada PDBI Provinsi Lampung dan PDBI Kabupaten Lampung Tengah atas dukungan yang diberikan, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana,” jelas Dasiyo.

Sementara Ketua PDBI Lampung Tengah, Mardiana Musa Ahmad menyatakan, TFT tersebut dapat menjadi sarana untuk menjalin silaturahmi, saling mengenal dan juga dapat menciptakan hubungan harmonis antar sesama calon pelatih drum band.

Mardiana berharap Pelatihan tersebut sebagai wahana pembelajaran bagi para calon pelatih drum band yang ada di sekolahan. Juga dapat memberikan efek positif dalam perkembangan dan peningkatan dunia olahraga yang ada di Lampung Tengah.

“Momentum pelatihan ini, dapat menjadi wahana untuk melahirkan calon pelatih yang yang memiliki jiwa kesatria, jujur, dan memiliki disiplin yang tinggi, yang kemudian dapat mentransfer ilmu kepada para anak didiknya,” ungkapnya. (Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *