Kantor Bahasa Lampung Evaluasi dan Monitoring Kegiatan di Lambar

Asisten Bidang Administrasi Umum Pemkab Lampung Barat, Ismet Inoni saat menerima kunjungan Jajaran Kantor Bahasa Provinsi Lampung, Selasa (08/11/2022). (foto: ist)
Asisten Bidang Administrasi Umum Pemkab Lampung Barat, Ismet Inoni saat menerima kunjungan Jajaran Kantor Bahasa Provinsi Lampung, Selasa (08/11/2022). (foto: ist)

LAMPUNG BARAT-Kantor Bahasa Provinsi Lampung, melakukan evaluasi dan monitoring kegiatan tahun 2022 di Kabupaten Lampung Barat (Lambar).

Kedatangan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung, Desi Ari Pressanti bersama Analis Kata dan Istilah, Agus Riyadi, dan Verifikator Keuangan, Tika Wulandari disambut oleh Asisten Bidang Administrasi Umum, Ismet Inoni, di ruang rapat Sekincau Pemkab Lambar, Selasa (08/11/2022).

Diketahui, kedatangan rombongan dari Kantor Bahasa Lampung ke Kabupaten Lambar, untuk melakukan evaluasi, dan monitoring kegiatan tahun 2022.

Desi mengatakan, kedatangan Kantor Bahasa Lampung ke Lambar untuk evaluasi kegiatan dan pembinaan terhadap komunitas literasi, serta penginvetarisasian kosa kata bahasa Lampung yang ada di Kabupaten Lambar.

“Rencana program tahun 2023, Kantor Bahasa akan melakukan berbagai kegiatan di Lambar,” ujarnya.

Desi juga berharap, untuk kelanjutan rencana acara tersebut agar Pemkab Lambar bisa bersinergi, terutama dengan Peratin agar bisa tercapai penginternasionalan bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah.

“Diharapkan seluruh lapisan masyarakat, terutama pelajar bisa mengikuti uji kemahiran bahasa Indonesia,” imbuhnya.

Desi mengakui, bahwa sampai sekarang target untuk Provinsi Lampung masih belum tercapai secara maksimal.

Sementara itu, Ismet Inoni menyatakan, Pemkab Lambar sangat mengapresiasi, dan menunggu kerja sama yang lebih intensif lagi dari Kantor Bahasa Lampung.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Lambar, untuk berpartisipasi dalam uji kemahiran berbahasa Indonesia, karena kedepan akan lebih intensif lagi dan akan ada pembinaan oleh Kantor Bahasa Lampung.

“Pelestarian bahasa daerah, harus terus dilakukan. Karena, jangan sampai anak cucu kita nanti tidak mengerti bahasa daerahnya sendiri, sehingga perlu adanya kerja sama yang baik antara Pemkab Lambar dan masyarakat serta Kantor Bahasa Lampung,” pungkasnya. (*/Hendri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *