DAERAHHUKUMLAMPUNG TENGAH

Mantan Waka DPRD Lamteng, Terseret Kasus Perusakan dan Pembakaran PT GAJ Dengan 7 Orang Lainnya

Polres Lampung Tengah, mengaman 18 orang terkait pengrusakan dan pembakaran serta penjarahan aset milik PT GAJ, Jumat (24/11/2022). (foto: Gunawan)

LAMPUNG TENGAH-Polres Lampung Tengah akhirnya menetapkan 8 orang pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pengrusakan pembakaran dan pencurian aset milik PT Gunung Aji Jaya (GAJ) di Kecamatan Pubian, satu diantaranya mantan wakil Ketua DPRD Lamteng.

Sedangkan 3 orang lainya dilimpahkan ke Sat Narkoba Polres Lampung Tengah, karena urinenya positif mengandung amphetamine dan kepemilikan Shabu-shabu.
Sementara 5 orang lainya sedang dilakukan pendalaman pemeriksaan.

Sebelumnya team gabungan Polres Lampung Tengah, mengamankan 16, orang dari sejumlah lokasi di kecamatan Pubian, atas dugaan terlibat aksi masa merusak dan membakar aset PT GAJ, di Kampung Negeri Ratu, Kecamatan Pubian. Lampung Tengah.

Menurut Kapolres Lampung Tengah AKBP DOFFIE FAHLEVI SANJAYA, Peristiwa itu bermula dari pembakaran dan pengerusakan yang disertai pencurian dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok massa terhadap aset milik PT. GAJ, Sabtu (19/11/2022) sekira Pukul 09.00 WIB.

“Dari 16 orang yang diamankan 8 orang diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka, 3 orang hasil test urinenya positif mengandung amphetamine. Kemudian 4 orang lainya sedang dalam pendalaman pemeriksaan secara marathon untuk pengembangan terhadap tersangka lainnya, ” jelas Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, Jumat (24/11/2022)

Kapolres mengatakan para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi masa merusak, membakar dan mencuri aset PT GAJ, telah ditetapkan menjadi tersangka yakni.

1). RZ (59) warga Kampung Negri Ratu,
2). BD (40) warga Kampung Gunung Raya.
3). HR (48) warga Kampung Negeri Ratu.
4). A$ (63) warga Kampung Negri Ratu.
5). JP (40) warga Kampung Tanjung Kemala
6). AH (38) warga Kampung Tanjung Kemala.
kesemuanya dari Kecamatan Pubian Lamteng.
7). ID (48) warga Kampung Gunung Aji
8). SM (tuna wicara) warga Kampung Padang Ratu Kecamatan Padang Ratu Lamteng.

“Kemudian 3 orang serahkan ke Sat Narkoba Polres Lamteng karena urinenya positif mengandung amphetamine dan kepemilikan Narkotika jenis Shabu-shabu, ” jelas Kapolres.

Ketiiganya yakni.
1). PZ (33) warga Kampung Negeri Ratu,
2). DT (28) warga Kampung Tanjung Kemala,
3). YA (17) .

“Selain mengamankan para pelaku petugas juga mengamankan Barang- bukti, 2 unit Mobil dan 11 motor dari berbagai merk, ” terang AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya.

Barang-bukti yang berhasil diamankan petugas dari warga yakni.
Senjata tajam (Sajam), jenis tombak 4 bilah, Keris 8 bilah, golok 5, bilah kampak 1 bilah, Badik 1 bilah, gergaji mesin (Chsinsow), 1, pedang 1 bilah dan 1 unit Grenda.

“Kemudian Narkoba 13,78 Gram Shabu-shabu. Serta 27 unit motor, ” paparnya.

Para pelaku dijerat dengan Pasal , sesuai dengan tindak pidana yang dilanggar masing-masing orang.

Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan pasal 15 UU No. 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan pasal 170 dan pasal 160 KUHPidana ancaman hukuman (10 tahun penjara).

Pasal 187 KUHP dan pasal 170 KUHP, Pasal 187 KUHP dan pasal 170 KUHP Dengan ancaman 12 tahun penjara.

“Sedangkan yang diduga terlibat dalam tindak pidana penyalahgunaan Narkoba dijerat dengan UU. No 35 Tahun 2009, tentang Narkotika, ” pungkasnya.

Sebelumnya Polres Lampung Tengah juga telah menetapkan 7 orang tersangka terkait aksi penghadangan petugas patroli gabungan
Senin (21/11/2022).

Para pelaku yang sudah ditetapkan sebelumnya yakni.
1). NS (38), warga Kampung Tanjung Kemala .
2). ZA ( 28), Kampung Negeri Kepayungan.
3). HL (26 ), warga Kampung Gedung Harga.
4). MF (19 ), Kampung Negeri Kepayungan
5). HR ( 70) Kampung Gunung Raya.
6). AS (70) , warga Kampung Gunung Raya
7). YN (21) Kampung Gedung Harta.

Total jumlah warga yang diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Lamteng, sejumlah 24 orang.

Kapolres kewarung para pelaku yang masih berkeliaran untuk menyerahkan diri, sebelum dilakukan penindakan. (Gunawan)

Comment here