MESUJI  

Kurang Bad Driyer Pabrik Padi CV Anugrah Alam Perlu Bantuan Gubernur Lampung.

MESUJI–Pabrik penggilingan padi Perusahaan Perorangan (PP) CV Anugrah Alam milik Rudiono yang ada didesa Sidang Way Puji Kecamatan Rawajitu utara (Rju) Kabupaten Mesuji meski baru berdiri tahun 2025 lalu tapi manfaatnya sudah dirasakan oleh masyrakat sekitar.

Pasalnya petani padi di desa tersebut bisa menjual gabah hasil panennya tanpa harus menjual ke tengkulak dari luar Mesuji dan bisa mengeringkan hasil panennya melalui Bad Driyer yang dimilikinya saat ini.

Saat ini Pabrik penggilingan Padi di Kecamatan Rju yang sudah dilengkapi mesin pengering atau Bad Driyer yaitu Milik Ahmad Pardimin yang ada didesa Panggung jaya.Dan pabrik padi CV Anugrah Alam milik Rudiono kedua pabrik tersebut keberadaannya sangat membantu para petani yang ada diwilayah kecamatan tersebut.

Rudiono atau akrab disapa Rudi (38) mengungkapkan pabrik penggilingan padi miliknya saat ini hanya dilengkapi satu alat pengering (Bad Driyer)dan hanya mampu menghasilkan beras 10 ton perhari.

Dikatakannya Kapasitas produksi pabrik penggilingan miliknya hanya mampu 10-15 ton perhari karena memang kekurangan Mesin pengeringnya.

‘Jadi kalau ada mesin pengeringnya lagi kita bisa menampung lebih banyak gabah hasil panen dari petani.Yang jelas kita masih membutuhkan penambahan mesin pengering lagi,”jelas Rudi saat ditemui di pabriknya Sabtu (23/05/2026).

Rudi menambahkan saat ini usahanya sudah bekerjasama dengan Bulog untuk memenuhi kebutuhan beras di wilayah setempat.Namun pasca panen selesai di kecamatan Rju dia mengaku harus membeli gabah dari luar Kabupaten Mesuji dengan harga Rp.7200.00/Kilogram walaupun harga yang ditetapkan pemerintah atau Bulog hanya Rp.6500.00/Kg.

“Ya walaupun panen ditempat kita selesai Pabrik kita tetap jalan karena kita juga membeli gabah dari luar Mesuji walaupun biayanya mahal tetapi tetap kita lakukan karena pas panen kita tidak ada alat pengering yang mampu menampung hasil panen semua petani,”ungkapnya.

Dikataknnya desa Way Puji memiliki luas areal persawahan yang sudah produktif atau lahan yang sudah ditanami padi oleh petani sekitar 1250 Ha ditambah desa-desa sekitar.”Kalau untuk lahan yang sudah produktif ada sekitar 1250 Ha jadi kalau pas panen bareng kita tidak mampu menampung semua hasil panen petani tapi kalau ada mesin pengering lagi kita bisa menampung lebih banyak gabah,”imbuhnya.

Sementara itu Camat Rju Hendra Kurniawan S.Kom mengapresiasi usaha Penggilingan padi CV Anugerah Alam milik Rudiono yang ada didesa Way puji.Menurutnya usaha yang dilakukan Oleh Masyrakat seperti Rudi harus didukung oleh pemerintah sebab kata dia sangat membantu pemerintah dalam menopang swasembada beras khususnya yang ada di Kabupaten Mesuji.

“Jadi kalau ada usaha penggilingan padi seperti ini gabah hasil panen masyrakat tidak keluar dari Kabupaten Mesuji.Artinya gabah diolah dulu jadi beras baru keluar.Yang terjadi selama ini petani jual gabah ke tengkulak yang notabenenya dari luar Mesuji,”urainya.

Dia berharap kedepan CV Anugerah Alam bisa lebih besar lagi dan mampu menampung semua hasil panen milik petani agar hasil panen gabah petani tidak keluar Mesuji lagi.

“Itu harapan kita dan mudah-mudahan dari dinas Koperindag Mesuji dan Provinsi Lampung bisa merespon apa yang menjadi kekurangan dari CV Anugerah Alam agar bisa menampung gabah hasil panen dari petani,”harapnya.

Terkait hal itu Kepala dinas Koperasi, UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Mesuji Sunardi SE berjanji akan segera menurunkan tim untuk melihat langsung keberadaan Pabrik milik Rudi yang ada didesa Way Puji.

“Nanti ada Tim yang akan turun dan mengecek layak dan memenuhi syarat tidak jika kita usulkan untuk mendapatkan bantuan Mesin pengering program bantuan dari Gubernur Lampung,”pungkasnya (Mis)