PESAWARAN — Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pesawaran mendukung pembukaan Posko Pengaduan yang dibuat Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana atau disebut (P3AP2KB) Kabupaten Pesawaran. Upaya itu dilakukan untuk menekan dini tindak kekerasan seksual terhadap anak.
Kepala SMPN 1 Pesawaran Basataruli Simanjuntak mengatakan, pencegahan tindak kekerasan seksual terhadap anak harus benar-benar direalisasikan dengan langkah yang terukur. Selain itu juga peran aktif orang tua dalam memberikan pemahaman terhadap keluarga terkait tindak kekerasan seksual.
“Anak yang dalam masa pendidikan sudah selayaknya kita berikan edukasi agar anak anak memahami apa yang pantas dilakukan dan apa yang tidak pantas untuk dilakukan, pemahaman itu yang pertama harus anak anak fahami,”kata Basataruli, Jumat (13/01/2023).
Basataruli mengungkapkan, selain itu juga anak anak harus diberikan pemahaman, bagaiman caranya agar dia dapat selamat dari masalah itu, misal, ketika ada orang lain mengancam dirinya, dan orang tersebut akan melakukan pelecehan atau pemerkosaan, dan jika hal itu terjadi pada anak maka akan terjadi perundungan pada anak dan mungkin dia akan gagal sekolah karna dia merasa malu dan minder.
“Saya selaku kepala sekolah, ketika terjadi kasus itu terhadap anak, karna murid SMP itu kan masih anak dibawah umur, saya tetap suruh anak murid tersebut untuk tetap sekolah meskipun dengan sekolah khusus,”ujarnya.
Ditambahkan Basataruli, untuk membentengi anak anak dari tindakan kekerasan seksual pastikan anak kita berada dilingkungan yang aman, dan utamakan untuk memberikan pendidikan karakter, tentunya dengan memperkuat agama, iman, dan perilaku yang baik, jauhkan anak dari hal hal yang tidak baik,
“Misal, anak harus dijauhkan dari pergaulan bebas, anak anak harus tahu, batas pergaulannya sudah sampai dimana, nah disinilah kita harus kerjasama dengan para orang tua kan, karna di sekolah itukan hanya beberapa jam saja, jadi orang tua juga harus sama sama mengawasi anak dalam pergaulan diluar sana, siapa temannya, ungkap Basataruli.
Dia berharap, para orang tua senantiasa memperhatikan, dan memberikan kasih sayang kepada anaknya, dan orang tua juga harus tahu dengan siapa anaknya berteman diluar sana, jangan sampai anak kita terpengaruh dengan pergaulan yang tidak baik.
“Jadi pendidikan iman dan taqwa itu perlu sekali. Makanya disekolah saya dari jam 07.15. Sampai jam 07.30 pagi, itu diwajibkan membaca ayat suci Alquran bagi yang beragama Islam, dan membaca ayat Alkitab bagi yang beragama Kristen, jadi sebelum pelajaran dimulai, sudah dibuka dulu pribadi, hati, dan pikiran anak anak dengan ajaran agama, sebab agama itu pasti mengarahkan pada kebaikan kemudian murid murid juga kami anjurkan untuk melaksanakan sholat duhur dan ashar,” tambahnya.
“Anak anak adalah generasi bangsa ini, jika anak anak kita terjerumus dalam pergaulan bebas, maka bakal hancur Negri ini, jadi, saya minta kepada semua orang tua, jaga anak anak kita sebaik mungkin,”katanya.
Terpisah, Ketua Rumah Perempuan Dan Anak (RPA) Kabupaten Pesawaran Nurqomala Afriantina mengatakan, pihaknya (RPA,red) sangat mendukung adanya posko pengaduan yg disediakan oleh dinas P3AP2KB.
“Dengan adanya Posko pengaduan, akan memberikan kemudahan dalam hal pengaduan, diharapkan masyarakat yang menjadi korban tindak kekerasan dapat dengan mudah mengakses layanan pengaduan untuk mendapatkan perlindungan psikis dan hukum,” ujar Nurqomala.
Dia menambahkan, RPA juga mengharapkan dengan adanya posko layanan pengaduan dinas P3AP2KB tersebut membuat masyarakat tidak lagi sungkan untuk melaporkan kasus kekerasan yang terjadi dilingkungan masyarakat.
“Dengan adanya Posko tersebut, sehingga kemudian dapat mempersempit ruang gerak pelaku tindak kekerasan. Dan mempermudah akses layanan masyarakat, tentu harapannya proses hukum yang dilakukan pihak kepolisian juga akan cepat ditangani, tandasnya. (Indra)












