Lapas Kotaagung Gelar Panen Sayur, Bukti Keberhasilan Program Kemandirian Warga Binaan

TANGGAMUS – Lapas Kelas IIB Kotaagung kembali melakukan panen kangkung sebanyak 30 Kg yang di kelola langsung oleh warga binaan melalui program pembinaan kemandirian. Panen ini menjadi bukti keberlanjutan dan keberhasilan program ketahanan pangan yang telah dijalankan secara konsisten di Lapas Kota Agung, Pada Selasa (21/10/2025)

Hasil panen kangkung sebanyak 30 kg ini selanjutnya akan diserahkan ke dapur Lapas Kota Agung untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan bagi warga binaan.

Kalapas Kota Agung, Andi Gunawan menyampaikan bahwa panen kangkung ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga binaan di dapur Lapas, tetapi juga untuk memberikan keterampilan kepada warga binaan.

“Kami terus berupaya membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat, salah satunya melalui pertanian. Hasil panen ini nantinya diserahkan ke dapur Lapas untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumsi warga binaan ,” ujar Andi.

Dalam satu bulan terakhir, Lapas Kelas IIB Kota Agung telah berhasil memanen kangkung sebanyak 30 Kg dari lahan pertanian yang dikelola oleh warga binaan.

“Meskipun lahan yang kami miliki terbatas, hal itu tidak menghalangi kami untuk tetap produktif. Dengan memanfaatkan setiap lahan yang ada secara optimal, kami berhasil menghasilkan panen kangkung sebanyak 30 Kg ” ujar Kalapas.

Lebih lanjut, program ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto, serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. ” melalui pemberdayaan warga binaan, khususnya di bidang ketahanan pangan. Dengan adanya program ini, diharapkan warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan bertani, tetapi juga memiliki kesiapan untuk kembali ke masyarakat dengan kemampuan yang lebih baik,” jelasnya Andi

Keberhasilan panen yang terus berlangsung ini menjadi motivasi bagi Lapas Kota Agung untuk terus mengembangkan pembinaan kemandirian, sehingga warga binaan dapat lebih produktif selama menjalani masa pembinaan.(Bowo)