TANGGAMUS – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tanggamus mengungkap kronologi kecelakaan angkutan pedesaan yang terjun ke sungai dari Jembatan Gantung Pekon Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan diduga dipicu kerusakan seling jembatan yang dipengaruhi faktor usia konstruksi serta beban kendaraan yang tidak sesuai dengan standar kekuatan jembatan gantung.
Kasat Lantas Polres Tanggamus, AKP Rudi Khisbiyantoro, menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Senin, 9 Februari 2026 sekitar pukul 17.30 WIB. Kendaraan yang terlibat adalah Suzuki Carry BE 1058 UU yang dikemudikan Asadin (45), warga Pekon Way Jaha, Kecamatan Pugung.
Kendaraan tersebut diketahui baru pulang dari menghadiri resepsi pernikahan di wilayah Gisting dan hendak kembali ke Dusun Jati Agung, Pekon Banjar Agung Ilir.
“Saat melintas di jembatan gantung, kendaraan berjalan perlahan karena kondisi jembatan yang sempit. Namun ketika hampir sampai di ujung jembatan, besi penahan seling sisi kiri tiba-tiba patah,” ujar AKP Rudi, Rabu (11/2/2026).
Akibatnya, seling baja menjadi kendur dan jembatan miring ke satu sisi. Kendaraan kehilangan keseimbangan dan terjun ke sungai dengan kedalaman sekitar 10 meter.
Polres Tanggamus telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tanggamus untuk menindaklanjuti kondisi jembatan serta melakukan penyelidikan lanjutan.
“Kami mengimbau para pengemudi agar memperhatikan keselamatan, kondisi kendaraan, serta daya angkut, dan tidak memaksakan melintas di jembatan yang tidak sesuai peruntukannya,” tambahnya.
Sebelumnya dilaporkan, kendaraan tersebut mengangkut 18 orang penumpang, termasuk tiga balita. Tiga orang mengalami luka dan harus menjalani perawatan medis.
Korban yang dirawat yakni Tumiyem (71) yang mengalami memar di dada dan lecet pada siku kiri, dirawat di RS Surya Asih Pringsewu. Sutiyah (60) mengalami patah tulang bahu kanan dan dirujuk ke RS Urip Sumoharjo Bandar Lampung. Naimatul Khusnia (13) mengalami patah tulang bahu kiri, lecet pada jari kaki kiri, serta nyeri pinggang dan dirawat di RS Mitra Husada.
Sementara penumpang lainnya, yakni Mutiah (45), Ngatijem (53), Rustiana (45), Misnah (40), Watini (45), Intan (60), Ratna (37), Yani (36) bersama satu balita, Yunita (30), Susilawati (35), Ani Mailani (40), Ernawati (43), serta dua balita Tania (3,5) dan Arasya (2), dilaporkan mengalami luka ringan. (*)












