Pemkab Tanggamus Siapkan 20 Hektare Lahan untuk Perluasan Budidaya Bawang Putih

Tanggamus Lampung– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan budidaya bawang putih yang diinisiasi Polres Tanggamus sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Tanggamus, Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., saat menerima audiensi jajaran Polres Tanggamus yang dipimpin Wakapolres Kompol Freddy Aprisa Putra, S.H., M.H., di Ruang Rapat Kantor Bupati Tanggamus, Rabu (29/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus Hendra Wijaya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Suhartono, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Rahmat Hidayat, Kabag Ekobang Evi Silvia, serta jajaran perangkat daerah terkait. Sementara dari Polres Tanggamus turut hadir para pejabat utama dan sejumlah kapolsek.

Wakapolres Kompol Freddy Aprisa Putra memaparkan bahwa budidaya bawang putih di Pekon Datarajan, Kecamatan Pulau Panggung, telah memasuki panen perdana di lahan seluas satu hektare. Hasil panen mencapai sekitar 4 hingga 5 ton dengan kualitas grade A setelah mendapat pendampingan teknis dari tim asistensi Sembalun, Lombok, bersama Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Lampung.

“Hasilnya sangat baik dengan ukuran umbi di atas standar. Produksi panen perdana ini diprioritaskan sebagai bibit untuk mendukung perluasan areal tanam, bukan untuk dipasarkan,” ujar Freddy.

Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut mendapat perhatian pemerintah pusat setelah program ketahanan pangan Polri dipaparkan Kapolri di hadapan Presiden Republik Indonesia. Tanggamus bersama Kabupaten Lampung Barat dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan sentra bawang putih nasional.

Sebagai bentuk keseriusan, Polres Tanggamus juga telah mengirimkan perwakilan kelompok tani dan personel untuk mengikuti bimbingan teknis budidaya bawang putih di Sembalun, Lombok, guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.

Menanggapi paparan tersebut, Bupati Moh. Saleh Asnawi mengapresiasi langkah Polres Tanggamus dan menilai kawasan Datarajan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi bawang putih.

Menurutnya, keberhasilan panen perdana menjadi indikator bahwa kondisi lahan dan iklim di wilayah tersebut mendukung pengembangan komoditas strategis tersebut.

“Apabila hasilnya telah memenuhi standar kualitas, maka lokasi tersebut dapat dinilai tepat untuk pengembangan. Pemerintah daerah siap mendukung perluasan budidaya agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Saleh Asnawi.

Bupati menegaskan bahwa Pemkab Tanggamus siap menyiapkan lahan seluas 10 hingga 20 hektare untuk mendukung pengembangan budidaya bawang putih apabila program tersebut terus menunjukkan hasil yang positif.

Namun demikian, ia menekankan bahwa perluasan budidaya harus diiringi dengan kepastian pasar agar petani memiliki jaminan usaha dan memperoleh nilai ekonomi yang menguntungkan.

“Yang tidak kalah penting adalah memastikan ketersediaan pasar bagi hasil panen. Petani harus memiliki kepastian penjualan dengan harga yang layak, sehingga minat masyarakat untuk mengembangkan bawang putih dapat terus meningkat,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kompol Freddy memastikan bahwa jaringan pemasaran telah dipersiapkan bersama tim pendamping dari Sembalun. Sementara itu, hasil panen perdana saat ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan benih sebagai langkah awal perluasan areal tanam.

Sinergi antara Pemkab Tanggamus dan Polres Tanggamus diharapkan dapat memperkuat program ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bawang putih dari luar daerah maupun impor.(*)