BANDAR LAMPUNG-Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1A Bandarlampung atau Lapas Rajabasa melakukan beberapa pelatihan bagi warga binaan.
Kepala Lapas Rajabasa, Maizar mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan beberapa instansi terkait baik pemerintah maupun swasta dalam pelatihan bagi warga binaan.
Seperti pelatihan tata boga (memasak) dari UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Bandar Lampung Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung dan pelatihan membuat Tapis dan batik dari Yayasan Adian Tapis.
Menurut Maizar dengan adanya pelatihan ini pihaknya sangat senang dan bangga. Karena narapidana bisa berekspresi, serta berinovasi.
“Kita harapkan dengan adanya pelatihan ini narapidana bisa mendapatkan pengalaman dan ilmu ketika sudah bebas dari lapas Rajabasa,” harap Maizar kepada Headlinelampung, Minggu (28/3/2021).
Lanjut, Maizar mengatakan pelatihan tata boga atau memasak bagi narapidana dari BLK sangat penting. Sebab nantinya warga binaan mendapatkan sertifikat pelatihan dari BLK untuk bisa mencari pekerjaan atau pengalaman ketika bebas dari lapas Rajabasa.
Selanjutnya, pembuatan Tapis atau Batik dari Adian Batik juga sangat membantu. Warga binaan yang mendapat ilmu bisa dilanjutkan pengalamannya di sini nantinya.
“Pada intinya kami sangat senang dan bangga jika warga binaan di Lapas Rajabasa mendapat bekal atau ilmu saat mereka bebas dari lapas, ” kata dia
Selain itu, di Lapas Rajabasa pihaknya juga membuat coffe bar (warung kopi) dari warga binaan. Tujuan dibuat coffe bar hanya untuk kumpul-kumpul pegawai. Sambil ngopi pagi dan berdiskusi. Atau nantinya ada tamu-tamu dari luar seperti Kakanwil dan instansi terkait kita ajak ngopi bareng disini.
“Jadi dibuatnya coffe bar bersifat formal, santai sambil ngopi secara gratis, ” ungkapnya
Coffe bar yang dibuat oleh narapidana juga sangat bagus. Ini bisa bersaing dengan warung-warung kopi diluar sana. Semoga bagi pengusaha kopi yang ingin membuat cafe atau jenis warung lainnya bisa melalui warga binaan Lapas Rajabasa ketika mereka bebas, ” tambahnya.
Terpisah, Yayasan Adian Tapis, Heni Anwar menambahkan dengan adanya pelatihan bagi narapidana untuk membuat Tapis atau Batik bisa memberikan pengalaman saat bebas dari Lapas Rajabasa.
“Narapidana yang diajarkan oleh yayasan Adian Tapis tidak dipaksakan harus membuat apa. Kami silahkan bagi napi untuk membuat Tapis dan batik seperti apa. Apakah membuat topi, dompet atau masker.
“Intinya napi bisa belajar bagaimana cara membuat Tapis dan batik. Dan mereka kita silahkan bereksperimen. Dari hasil karya napi akan kita pasarkan, ” tutur dia. (Ayu)












