BANDAR LAMPUNG-Unit Pelaksana Tugas (UPT) uji kendaraan bermotor sebagai (KIR) tahun ini berencana akan membangun kantor baru di sekitaran terminal Rajabasa tepatnya di sebelah kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandar Lampung.
Wacana ini disambut baik oleh legislatif, karena demi lebih meningkatkan pendataan sektor retribusi uji KIR. Pasalnya, lokasi kantor saat ini sudah tidak kayak lagi dan peralatan uji KIR saat ini sudah termakan usia. Penegasan ini, diungkapkan Kepala UPT KIR Dishub setempat, Andi Koenang, Selasa (30/03/2021).
Menurutnya, berdasarkan rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD setempat pihak Komisi III sangat sepakat untuk pembangunan kantor baru, dengan alasan peningkatan PAD. Selain itu juga lokasi parkir di kantor Jalan Basuki Rahmat tidak memadai untuk kendaraan besar seperti truk besar atau trailer.
“Ya gedung ini saja sudah sejak tahun 1974 mungkin kita semua belum lahir, mesin genset yang barusan saya ganti itu saja sejak tahun 1969. Nah, bagaimana dengan alat -alat uji kami ini, sudah tua bener, jadi ini kalau saya bilang sudah ketinggalan, bagaimana kita mau bersaing dengan daerah lain,” ujar Andi Koenang.
Rencananya, jika disetujui anggaran akan dimasukan di perubahan 2021 dengan rencana pembangunan gedung senilai Rp3,5 Miliar.
“Kita sementara gedung saja dulu, kalau untuk alat-alat nya nanti kita ajukan permohonan ke Kementrian Perhubungan, mudah-mudahan ada bantuan alat KIR. Karena pusat juga untuk membantu alat uji ini salah satu syaratnya adalah memiliki gedung yang memadai dan akses keluar masuk kendaraan yang baik,” ungkapnya.
“Dengan adanya gedung baru nanti dan dibantu alat-alat uji KIR yang memadai, maka diharapkan perolehan reteibusi pendapatan dari uji KIR bisa meningkat dan target PAD bisa surplus,” kata dia.
Alat-alat uji emisi KIR itu diantaranya, alat pengukur emisi untuk bensin dan solar, alat pengukur cahaya (lampu), site slipe alat pengukur jalan depan, roda. Timbangan, untuk mengukur beban mobil, alat mengukur rem, spidometer, alat pengukur kecepatan dan alat ukur kebisingan serta kaca film.
“Gedung kami ini nggak perlu lantai 2, kami hanya butuh lahan parkir yang memadai, kalau sudah ada gedung, sembari berjalan pembangunannya kita ajukan permohonan ke pusat untuk minta bantuan alat KIR,” tandasnya. (ron)












