DPRD: Tujuan Pinjaman ke PT SMI Itu Baik untuk Pemulihan Keuangan

BANDARLAMPUNG-Terkait wacana pinjaman pemerintah kota (Pemkot) Bandar Lampung ke PT. Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) sebesar Rp 150 miliar. Pimpinan DPRD setempat menilai bahwa hal tersebut merupakan langkah yang tepat untuk menutupi defisit anggaran.

Sehingga di tahun berikutnya APBD Pemkot Bandar Lampung bisa stabil dan pendapatan bisa pulih kembali.

“Saya rasa solusi pinjaman ke PT SMI itu baik, karena memang program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) bentuknya darurat covid, maka itu wajar, karena semua ekonomi secara nasional lemah, pendapatan pemda pun menurun karena pendemi covid ini,” ujar Wakil Ketua III DPRD Bandar Lampung, Aep Saripudin, di ruang kerjanya, Senin (5/04/2021).

Politisi PKS ini menambahkan, Pemkot dalam hal ini mengajukan lagi ke PT. SMI karena pinjaman tersebut persetujuan Kementerian Keuangan (Kementrian) dan Kementerian Dalam Negeri (Mendagri). “Soal pinjaman ini, karena bentuknya PEN maka DPRD hanya mengetahui saja, tidak mesti ada persetujuan anggota dan hanya ada pembicaraan ditingkatkan Badan Anggaran (Banang) karena program pemulihan ekonomi dan langsung ke daerah,” ungkapnya.

Disinggung, jika melihat defisit anggaran Pemkot saat ini apakah dirasa cukup hanya pinjam dan tidak perlu menjual aset daerah? “Ya kalau soal aset perlu ada pembicaraan tingkat lanjutan, soal pinjaman itu nggak perlu ada perda, melihat kondisi pandemik covid saya kira pinjaman nggak masalah, karena untuk menambah APBD dan Pemkot memenuhi syarat dalam pengajuan pinjaman, kalau nggak salah angsuran piutang lalu habis di November 2022, makanya bisa kalau mengajukan pinjaman lagi,” jelasnya.

Disinggung berapa nilai defisit anggaran Pemkot Bandar Lampung saat ini? “Y nggak sampai lagi kalau Rp700 Miliar, kalau nggak salah saat ini sekitaran Rp500 Milyar. Hasil rapat anggaran APBD 2021 tidak banyak belanja skala besar, artinya pembangunan sekala besar tahun ini tidak ada dan hanya rutin saja,” papar Aep Saripudin.

Dia menambahkan, bahwa memang anggaran 2021 fokus pada pemulihan anggaran diharapkan APBD di 2022 bisa stabil. “Banyak pemangkasan di APBD 2021 tidak ada pembangunan yang besar-besar, sehingga diharapkan kedepan keuangan bisa stabil. Nah, tujuan pinjaman ke PT SMI itu adalah untuk pembayaran hutang-hutang termasuk ke pihak ketiga, insentif guru honorer dan termasuk punya RT, dan lainnya, nanti di anggaran 2022 bisa bernapas lega,” tandasnya. (ron)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *