BANDAR LAMPUNG-Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana, akan mengkreasikan produk olahan makanan berbahan dasar ikan. Dengan demikian masyarakat bisa gemar memakan ikan dengan produk olahan ikan khas Kota Bandar Lampung.
“Kalau makan ikan, kaum milenial agak susah ya, tapi kalau dengan berbagai macam kereasi makanan bahan dasar ikan semua bisa gemar makan ikan, kita akan dorong juga nanti kaum milenial mengkreasikan produk olahan makan berbahan dasar ikan,” ujar Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana usai acara safari gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan) di Waydadi, Sukarame, Kamis (15/04/2021).
Selain itu juga, Walikota mendukung wacana DPR RI untuk membangun pasar ikan modern dan membuat pulau pasaran jadi centra ikan asin.
“Kita dukung dong, jadi pasar ikan di Kota Bandar Lampung jadi lebih, kita juga akan dorong para milenial agar lebih kreatif dalam mengolah makanan dari bahan ikan, apa nanti dibuat kemasan yang lebih menarik, atau nanti ada kue bolu dari ikan, produk olahan ikan khas Kota Bandar Lampung dan nanti akan membawa nama provinsi Lampung ke kancah nasional,” jelasnya.
“Mudah-mudahan pusat bisa membatu untuk Bandar Lampug, karena kita juga ada pengolahan ikan asin di pulau pasaran dan aneka kreasi pengolahan ikan,” imbuhnya.
Sementara, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mencanangkan bahwa di Kota Bandar Lampung akan di bangun pasar ikan modern, dan kemungkinan akan di bangun di sekitar Gudang Lelang, Telukbetung.
“Nanti kita coba usulkan pembangunan pasar ikan modern, supaya mempermudah dalam membeli dan menjual ikan, juga nanti di pulau pasaran di buat centra ikan asin di Pulau Pasaran,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementrian Perikanan RI, Artarti Widiarti menjelaskan, tujuan safarai gemarikan adalah supaya masyarakat sehat tidak ada lagi kasus gizi buruk dan lainnya.
“Dasar penelitian ada manfaat baik ikan yaitu untuk kecerdasan dan kesehatan manusia, sangat penting juga bagi ibu hamil dikonsumsi sejak 1000 hari dari awal dimulai kehidupan si cabang bayi,” jelasnya.
Dikatakannya, di Kota Bandar Lampung, para remaja milenial digerakkan untuk olahan produk ikan yang modern.
“Ya kalau olahan ikan yang tradisional sudah ada dan seperti kemplang, empek-empek, nah Kota Bandar Lampung munculkan ide-ide kreasi olahan ikan khas Lampung,” ungkapnya.
Kandungan Omega 3 pada ikan yang tidak tergatikan, makanya susu pun tidak meninggalkan minyak ikan pada produknya. “Ikan itu sangat baik di konsumsi semua usia, tidak ada batasan mengkonsumsi ikan, kandungan omega 3 pada ikan itu yang tidak tergantikan,” tandasnya. (ron)












