BANDAR LAMPUNG-Warga Jalan Teluk Bone II Gg. Tangkur, RT 08 LK 01 Kelurahan Kota Karang Raya, Kecamatan Tekukbetung Timur (TbT) mengharapkan bantuan pembangunan akses jalan di kampung mereka, yang nota benne diatas air laut.
Selama ini, akses jalan yang mereka gunakan sudah ada, namun terbuat dari papan yang kini sudah mulai termakan usia dan sudah mulai lapuk.
“Ini sudah lama mas, memang kalau kakinya sudah dibuat dari beton, tapi atas nya ini kan papan, agak ngeri kalau hujan, disamping licin, juga takut ambrol, apalagi kalau ada motor takut jebol karena sudah ada yang lapuk juga,” ujar Hairudin, salah seorang warga setempat dalam acara agenda reses (penjaringan aspirasi) masyarakat, Anggota DPRD Bandar Lampung, Fandi Tjandra, dapil I, Sabtu (24/04/2021).
Oleh karena itu, warga berharap Pemkot Bandar Lampung, bisa mewujudkan apa yang menjadi keinginan warga membangun akses jalan.
“Ya kalau mintanya mah, melalui pak anggota dewan Fandi Tjandra, kami minta di beton, kami sudah coba ajukan, mudah-mudahan bisa cepat terealisasi. Karena jalan ini adalah satu-satunya akses warga, kalau sampai putus kami mau bagaimana beraktifitas,” kata laki-laki yang kesehariannya juga sebagai marbot Masjid ini.
Warga Kampung Sinar Laut Kota Karang Raya, sudah bertahun-tahun hidup dan mendiami rumah mereka di atas air laut. Kondisi akses jalan mereka saat ini masih menggunakan papan, sehingga sangat mengkhawatirkan sekali.
“Jakan ini kalau di beton mah, belum pernah, baru kaki nya saja, kalau dulu pakai bambu, kita pernah dibuatkan pak Fandi. Harapan kita dibeton, supaya jalan ke musolla enak,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kota Bandar Lampung Fandi Tjandra mengaku jika ia sudah pernah mengajukan hal tersebut ke Dinas PU namun di anggaran 2021 ini masih fokus penanganan wabah Covid-19 makanya belum bisa diselesaikan, maka akan di coba ajukan lagi di TA (Tahun Anggaran) 2022.
“Nanti kuta perjuangkan usulan warga ini di tahun 2022, kita sudah pernah ajukan ke Dinas PU namun di TA 2021 belum bisa, karena alasan masih tersedot covid, makanya kita coba lagi ajukan pembangunan jembatan beton di TA 2022, mudah-mudahan terealisasi,” jelas anggota Fraksi PDI- Perjuangan ini.
Dahulunya, imbuh anggota Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung ini, jembatan untuk akses jalan masuk warga ini menggunakan bambu, dengan perjuangan dirinya sebagai anggota DPRD kaki jembatan sudah diberi.
“Dulunya ini jalan pakai bambu, kita coba bantu dan ini mereka pakai papan, kalau kakinya bantuan Dinas PU makanya di beton, mudah-mudahan kedepan bisa di cor beton semua,” imbuh dia.
Karena itu, diharapkan kepada warga jika dimungkinkan dilakukan swadaya sebisa dan semampunya dahulu untuk membangun beton jembatan nanti di bantu.
“Gotong royong, lakukan swadaya semampunya dulu, nanti saya bantu 100 shak semen, jangan pakai tukang lagi nanti malah mahal di ongkos tukang, kerjakan secara bersama-sama, semampunya dahulu,” tandasnya. (ron)












