BANDAR LAMPUNG-Pelayanan pembuatan dokumen berbasis aplikasi dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) ‘Permen Manis’ yang kini meningkat 1.000 lebih unduhan ternyata masih belum banyak mendapat perhatian masyarakat.
Hal ini berkenaan dengan jumlah pembuatan dokumen yang diajukan lewat aplikasi tersebut hanya berkisar belasan saja.
“Karena memang belum begitu banyak masyarakat yang mengetahui, tapi sudah ada, kebanyakan yang pakai ‘permen manis’ ini untuk buat KK dan akta kelahiran,” kata Kepala Disdukcapil Kota Bandar Lampung Zainuddin, Senin (24/5/2021).
Ia menjelaskan baik pembuatan KK maupun Akta Kelahiran di aplikasi ini, hingga kini baru berkisar antara 10 sampai 15 orang saja.
“Harapan kita membuat (aplikasi) kan memang bukan agar masyarakat pakai itu semua. Kita ingin masyarakat ada pilihan, pilihan dalam pembuatan dokumen agar lebih mudah dan cepat,” ungkapnya.
Masyarakat dapat membuat dokumen dengan tiga cara yaitu dengan datang langsung ke gedung satu atap Pemerintahan Kota Bandar Lampung, melalui website https://disdukcapil.bandarlampungkota.go.id, dan melalui aplikasi permen manis.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini pun untuk pelayanan manual atau secara langsung juga masih belum ramai seperti biasanya.
“Sesuatu yang baru itu memang sulit untuk diterima masyarakat pada awalnya. Seperti pertama kali mesin ATM ada, tidak banyak yang pakai pada awalnya. Maka kami yakin, nanti akam semakin banyak yang tahu dan memanfaatkan aplikasi ini kedepannya,” jelasnya.
Sementara, salah seorang warga asal Kedaton Bandar Lampung, Jaja yang sedang mengurus KK di gedung satu atap mengakui bahwa dirinya belum pernah mendengar tentang aplikasi ini.
“Saya baru tahu, tapi sepertinya saya lebih memilih untuk langsung datang ke pemkot saja, lebih enak aja kalau langsung, dan tahu prosesnya juga,” ungkapnya.
Hal yang senada juga diungkapkan oleh Nadia, warga asal Wayhalim yang juga belum mengetahui mengenaai aplikasi ini.
“Saya sepertinya akan tetap ke gedung satu atas saja mbak, tidak apa-apa jauh. Soalnya saya pernah menghubungi kontak disdukcapil lewat Whatsapp (WA) tapi tidak dibalas,” tandasnya. (ron)












