BANDAR LAMPUNG-Banyak peserta yang melakukan kesalahan saat mengupload berkasnya untuk mendaftar CPNS. Kesalahan itulah yang membuat mereka gagal sebelum ujian.
Sebelumnya Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bandar Lampung, Wakhidi pernah menyampaikan jika peserta kesulitan saat mendaftar CPNS, bisa langsung hubungi help desk yang ada di website SSCASN.
“Masyarakat Bandar Lampung dapat langsung mengakses laman SSCASN dan mengunjungi subtab “help desk” yang bisa menampung semua keluhan pendaftar yang kesulitan dalam mendaftar,” katanya, Selasa (27/7/2021).
Saat ini pihak BKD Bandar Lampung pun ingin secepatnya menyelesaikan proses verifikasi peserta CPNS dengan teliti karena khawatir akan merugikan peserta nya.
Menurut data yang didapatkan dari BKD Bandar Lampung, sampai akhir pendaftaran CPNS peserta yang baru membuat akun adalah sebanyak 1921 peserta dan yang sudah registrasi sebanyak 1854 peserta.
Selanjutnya, untuk formasi PPPK yang membuat akun adalah sebanyak 2901 peserta, sementara yang sudah registrasi sebanyak 2824 peserta.
Kepala Bidang Pengadaan Pembinaan dan Pemberhentian Pegawai BKD Bandar Lampung, Eni Dhartati mengatakan bahwa sejauh ini, banyak peserta yang kurang teliti seperti membuat lamaran kepada gubernur atau kepada bupati, yang seharusnya ditujukan kepada pemerintah walikota.
“Kami sudah kasih formnya, di pengumuman juga ada contohnya. Ada yang upload ijazah fotokopi padahal seharusnya yang asli, itu saja sudah buat gagal,” ujarnya saat di wawancarai di kantornya, Selasa, (27/7/2021).
“Secara teknis peserta banyak melakukan kesalahan seperti halnya formasi, daftarnya D3 tapi yang dilampiri ijazah S1. Makanya peserta harus teliti benar jangan asal, kan kasian belum ujian sudah gagal,” timpalnya.
Eni juga menambahkan, di persyaratan sudah dijelaskan bahwa lamaran harus ditulis tangan bukan diketik. Beberapa juga ada yang memasukkan lamaran tahun lalu yang dimana peraturannya sudah beda dengan yang sekarang.
“Setelah verifikasi peserta sudah selesai, mungkin kami akan bagi formasi berapa-berapanya untuk umum, disabilitas dan putra-putri papua,” tambahnya. (ron/*)












